lafadz-takbiran

Lafadz Takbiran Idul Adha & Fitri (Arab, Latin, Artinya)

Balitteknologikaret.co.id – Dalam menyambut datangnya hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, umat muslim pasti sudah tidak asing lagi dengan lantunan takbir di berbagai penjuru. Agar bisa turut menyemarakkan hari raya tersebut, tentu harus mengetahui lafadz takbiran terlebih dahulu sehingga dapat melantunkannya dengan benar.

Pasalnya, selain turut menyemarakkan hari raya, mengumandangkan takbir juga merupakan suatu hal yang dianjurkan dalam agama Islam, apalagi saat tiba hari raya. Karena itulah berbagai masjid serta umat muslim selalu ramai-ramai melantunkan takbir dimulai dari malam hari raya.

Banyak umat muslim yang sudah tidak asing lagi dengan bacaan takbir baik yang versi pendek maupun panjang karena memang berkali-kali dikumandangkan saat hari raya. Namun, alangkah baiknya untuk menyimak lafadznya secara arab dan latin berikut ini agar bisa turut melantunkannya dengan benar.

Lafadz Takbiran Versi Pendek dan Panjang

Lafadz-Takbiran-Versi-Pendek-dan-Panjang

Saat mendengarkan bacaan takbir yang dikumandangkan di berbagai masjid, pasti pernah menemui versi bacaan takbir yang lebih lengkap dan panjang daripada bacaan biasanya. Karena itulah, banyak orang yang menyebut bahwa terdapat takbiran versi panjang dan juga pendek.

Sebenarnya tidak terdapat perbedaan di antara keduanya. Hanya saja, pada bacaan takbir yang terdengar lebih panjang itu telah ditambah beberapa dzikir serta takbir sesuai yang pernah dilakukan oleh Beliau Rasulullah SAW saat berada di bukit Shafa sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim.

1. Bacaan Takbir Singkat

Takbir versi pendek yang dimaksud disini adalah lafadz takbiran yang sering dilantunkan berkali-kali saat malam hari raya tiba. Meski sering didengar, tentu tetap penting untuk mengetahui bacaan ini dalam tulisan arab dan juga latin agar bisa melantunkannya dengan benar sesuai kaidah.

Pasalnya, tidak sedikit orang yang sembarang melantunkan lafadz takbir sesuai dengan yang sering didengarnya tanpa mengerti apakah bacaannya sudah sesuai kaidah ataukah belum. Padahal, jika tidak sesuai dengan redaksi aslinya, maka bisa saja lafadz yang dilantunkan memiliki arti yang berbeda.

Jika sudah begitu, alih-alih mendapatkan pahala, seseorang malah bisa saja dikenai dosa apabila arti kalimat yang diucapkannya benar-benar melenceng. Untuk menghindari hal tersebut, cobalah simak tulisan arab beserta latin dari bacaan takbir di bawah ini!

 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Dalam menlantunkan bacaan takbir seperti di atas, jangan lupa untuk mendalami makna yang terkandung di dalamnya. Karena pada dasarnya bacaan takbir dimaksudkan untuk mengagungkan serta memuji kebesaran Allah dalam melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya di hari raya.

2. Bacaan Takbir Lengkap

Sebagaimana yang sudah sedikit dibahas sebelumnya, jika pernah mendengarkan lafadz takbiran yang lebih lengkap dan panjang, sesungguhnya itu adalah takbir yang ditambahi dengan dzikir-dzikir.

Bukan tanpa dasar, bacaan versi ini disandarkan pada takbir serta dzikir yang dibacakan oleh Rasulullah SAW di bukit Shafa sebagaimana yang dijelaskan pada hadis riwayat Imam Muslim.

Walaupun bacaan ini lebih sering dibacakan di masjid dan jarang dilantunkan oleh masyarakat, ada baiknya juga untuk mengetahui tulisan arab serta latin bacaan takbir ini. Dengan begitu, siapapun bisa turut melantunkan takbiran versi lengkap yang dikumandangkan di masjid dengan bacaan yang benar.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allahu akbar walillahilhamdu

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.”

Jika asing dengan bacaan takbir di atas, coba perhatikan takbiran yang dilantunkan di pagi hari sebelum sholat Idul Fitri di mulai. Biasanya lafadz di atas dilantunkan di sela-sela bacaan takbir versi singkat yang telah dicontohkan sebelumnya.

Untuk bisa mendalami lafadz yang dikumandangkan, akan lebih baik lagi apabila memahami serta mendalami arti dan juga makna yang terkandung dari bacaan takbir sekaligus dzikir di atas. Dengan begitu, diharapkan hari raya Idul Fitri ataupun Idul Adha yang dijalani semakin berkualitas dan bernilai ibadah.

Perbedaan Takbiran di Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri

Perbedaan-Takbiran-di-Hari-Raya-Idul-Adha-dan-Idul-Fitri

Di dalam Islam, para umat muslim tidak hanya menjalani satu hari raya saja, melainkan dua sekaligus meliputi hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. Dalam menyongsong kedua hari tersebut, bacaan takbir akan bergema di seluruh penjuru baik dari lisan muslim itu sendiri hingga melalui tabuh-tabuh bedug masjid.

Walaupun terdapat dua hari raya yang berbeda, kalimat takbir yang harus dibaca adalah sama, yaitu sesuai dengan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan anjuran waktu mengumandangkan takbir di hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.

1. Waktu Takbiran saat Idul Adha

Untuk menyongsong datangnya hari raya Idul Adha, waktu yang dianjurkan untuk membaca lafadz takbiran yaitu dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah waktu maghrib telah datang. Mulai waktu itu, semua orang muslim baik perempuan atau lelaki, boleh bertakbir kapanpun dan dimanapun.

Tentu kamar mandi atau tempat-tempat yang tidak pantas untuk disebutkan asma Allah di dalamnya adalah pengecualian. Selain itu, maka bebar untuk bertakbir hingga waktu ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah tiba.

Sehingga, waktu yang dianjurkan yaitu pada malam Idul Adha hingga hari ketiga Idul Adha.

2. Waktu Takbiran saat Idul Fitri

 Berbeda dengan Idul Adha, lama takbiran Idul Fitri lebih singkat karena hanya dimulai saat malam 1 Syawal hingga sebelum sholat Idul Fitri didirikan. Lebih tepatnya, umat muslim dianjurkan untuk mulai bertakbir Idul Fitri di malam sebelumnya setelah memasuki waktu maghrib.

Sementara untuk batas akhirnya, beberapa pendapat mengatakan adalah hingga pertama kali imam sholat Idul Fitri bertakbiratul ihram untuk memulai sholat Ied. Namun, sebagian yang lain mengatakan bahwa batas akhir yang dianjurkan adalah saat sholat Idul Fitri selesai dilaksanakan.

Keutamaan Melantunkan Lafadz Takbiran

Bacaan takbir di hari raya Idul Adha dan Idul Fitri tidak semata-mata dilantunkan hanya untuk menyemarakkan hari besar tersebut. Namun, jika dapat memahami makna serta arti yang terkandung di dalamnya, maka umat muslim juga bisa mendapatkan berbagai keutamaan melantunkan bacaan takbir.

Adapun berbagai fadhilah atau keutamaan membaca takbiran saat hari raya di antaranya sebagai berikut:

1. Meningkatkan Iman Seorang Muslim

Meningkatkan-Iman-Seorang-Muslim

Apabila menyimak arti bacaan takbir yang telah dituliskan di atas, maka dapat dipahami bahwa lafadz takbir itu sendiri dimaksudkan untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT. Jika dapat memahami makna tersebut, maka umat muslim bisa mengingat bahwa tiada daya dan kekuatan selain dari Allah SWT.

Dan karena itu, rasa sombong akan hilang, berganti dengan iman yang semakin meningkat kepada Allah SWT.

2. Lebih Mudah Bersyukur

Lebih-Mudah-Bersyukur

Selanjutnya, membaca lafadz takbir dengan benar dan dapat memahami artinya bisa membuat hati lebih mudah bersyukur. Pasalnya, takbir itu sendiri menjadi salah satu pengingat bahwa semua nikmat serta karunia yang didapatkan adalah karena kebesaran Allah.

Mulai dari karunia dapat berpuasa selama satu bulan hingga karunia dapat berkurban atau menikmati hewan kurban di Idul Adha, semuanya tidak lain adalah karena karunia Allah SWT.

3. Mendapatkan Pahala

Mendapatkan-Pahala

Keutamaan besar yang bisa didapatkan dari turur membaca takbir adalah mendapatkan pahala dari Allah SWT. Pasalnya, takbir sendiri termasuk dalam kalimat dzikir yang ditujukan kepada Allah, serta melaksanakannya juga berarti mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Karena lafadz takbiran pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri sama, maka jangan lupa mempelajari tulisan Arab ataupun latinnya di atas. Dengan begitu, bacaan yang dilantunkan sesuai dengan kaidah dan memiliki arti yang benar.

Artikel Terkait :