4-Tahap-Siklus-Hidup-Nyamuk-dan-Penjelasan-Lengkapnya

4 Tahap Siklus Hidup Nyamuk dan Penjelasan Lengkapnya

Nyamuk merupakan salah satu jenis hewan yang sering dijumpai serta terkenal karena gigitannya yang bisa membuat kulit gatal. Meski mengganggu, hewan ini cukup menarik karena ada fakta bahwa siklus hidup nyamuk termasuk dalam metamorfosis sempurna.

Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk binatang secara bertingkat yang melewati fase kepompong atau pupa. Bentuk larva dengan nyamuk yang telah dewasa sangat berbeda. Untuk mengetahui siklus hidupnya dengan lebih lengkap, silakan simak penjelasan di bawah ini.

Siklus Hidup Nyamuk

Siklus-Hidup-Nyamuk

Siklus atau daur hidup nyamuk terbagi ke dalam empat tahapan. Dimulai dengan telur, menetas menjadi larva, berkembang menjadi pupa atau kepompong, dan jadilah nyamuk dewasa.

1. Telur

Telur nyamuk dihasilkan setelah proses perkawinan antara nyamuk dewasa jantan dan betina. Nah, telur yang bisa dihasilkan oleh nyamuk betina dalam satu kali pembuahan bisa mencapai 100-300 butir. Ukuran telur nyamuk sangat kecil, bahkan hanya sebesar butiran debu sehingga sulit dilihat dengan kasat mata.

Pada siklus ini, telur diletakkan di tempat yang bisa mendukung pertumbuhannya. Nyamuk betina memiliki sensor suhu dan kelembapan di bagian bawah perutnya. Dengan adanya sensor ini, mereka bisa menemukan tempat yang pas untuk bertelur.

Contoh tempat yang disukai nyamuk dewasa untuk bertelur adalah di lingkungan lembap seperti genangan air. Biasanya, nyamuk akan bertelur di vas, tong, bak mandi, kaleng bekas, dan benda-benda lainnya yang bisa menampung air.

Meski area sekitarnya mengering, telur nyamuk tetap bisa bertahan selama 8 bulan karena menempel dengan kuat.

Ada fakta menarik terkait telur nyamuk ini. Induk nyamuk meletakkan telurnya di air dengan cara berbeda, tergantung spesiesnya. Nyamuk anopheles dan aedes menyusun telurnya satu per satu. Sementara nyamuk culex meletakkan telurnya di atas secara berkelompok dan bentuknya seperti rakit.

2. Larva

Telur nyamuk hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk menetas. Dari telur ini, munculah larva yang dikenal dengan sebutan jentik-jentik. Penetasan telur nyamuk ini hanya bisa terjadi jika ada air yang menutupi telurnya.

Bentuk larva nyamuk berbeda pada setiap spesies, contohnya adalah larva nyamuk jenis culex yang menyerupai pipa dengan bulu-bulu halus di sekeliling tubuhnya.

Larva nyamuk ini tumbuh dengan memakan mikroba air yang dapat mereka telan. Meski hidup di air, diketahui larva nyamuk tidak memiliki insang. Larva ini bernapas dengan cara menyerap oksigen secara langsung dari air.

Dalam keadaan tertentu, larva nyamuk juga harus menembus keluar dari air untuk bisa mendapatkan oksigen dan bernapas.

Saat dalam bentuk larva, nyamuk melakukan pergantian kulit hingga 4 kali yang dikenal dengan istilah instar. Dalam setiap pergantian kulit tersebut, larva akan tumbuh membesar sekitar 0,05 hingga 0,75 inci. Larva nyamuk ini hanya hidup selama 3 atau 4 hari sebelum masuk ke fase pupa.

Namun pada beberapa kondisi, larva nyamuk butuh waktu lama untuk tumbuh sebelum menjadi pupa. Ada larva yang butuh waktu 5 hingga 10 hari

3. Pupa/Kepompong

Sama seperti kupu-kupu, nyamuk juga harus melewati fase pupa atau kepompong terlebih dahulu sebelum dewasa. Tahap ini sering disebut sebagai fase istirahat di mana nyamuk sama sekali tidak makan maupun minum.

Cara bernapas pupa nyamuk ini sama seperti saat masih menjadi larva, yaitu harus menembus keluar permukaan air. Pupa nyamuk juga bernapas menggunakan respiratory trumpets, yaitu bagian tubuh yang berbentuk mirip terompet.

Ada dua buah terompet yang digunakan pupa nyamuk untuk bernapas. Pupa sangat rentan mengalami kebocoran karena sangat rentan. Dalam kondisi air yang ideal, nyamuk dewasa akan keluar dari kepompong dalam waktu 1 hingga 4 hari.

Pada saat menjadi pupa, bagian-bagian tubuh nyamuk akan tumbuh. Bagian tubuh ini antara lain kaki, dada, perut, sayap, mata, antena, dan belalai. Jika semua organ tubuh tersebut telah matang, nyamuk dewasa akan keluar dari pupa.

4. Nyamuk Dewasa

Nyamuk dewasa perlahan akan mengeluarkan dirinya dari dalam pupa. Umumnya, nyamuk jantan keluar lebih cepat dibandingkan nyamuk betina. Selama beberapa saat, nyamuk dewasa akan berada di permukaan air untuk mengeringkan diri.

Setelah itu, nyamuk akan terbang untuk mencari makanan dan melanjutkan hidup dengan bereproduksi. Terulanglah siklus hidup yang sudah dijelaskan tadi secara terus menerus.

Jika selama ini Anda mengetahui bahwa nyamuk mengisap darah manusia atau hewan, ternyata itu hanya dilakukan oleh nyamuk betina. Darah dibutuhkan oleh nyamuk betina untuk menghasilkan telur. Sementara nyamuk jantan dewasa memakan sari-sari dari bunga atau nektar.

Nyamuk jantang hanya punya usia maksimal 1 minggu. Sementara nyamuk betina bisa hidup hingga sekitar 100 hari atau 3 bulan.

Uniknya, nyamuk dewasa jantan akan terus kawin dan membuahi betina sepanjang hidupnya. Sementara nyamuk betina biasanya hanya akan kawin satu kali. Kemudian sperma yang didapatkannya dari nyamuk jantan akan disimpan.

Sel sperma inilah yang akan digunakan untuk membuahi semua telur sepanjang hidupnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, nyamuk betina mampu bertelur hingga 300 butir.

Siklus Hidup Nyamuk Berapa Hari?

Siklus-Hidup-Nyamuk-Berapa-Hari?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Nyamuk sendiri merupakan serangga yang siklus hidupnya sangat cepat. Sejak fase telur hingga menjadi nyamuk dewasa, waktu yang dibutuhkan hanya 8 hingga 14 hari.

Setiap nyamuk membutuhkan waktu berbeda untuk setiap siklus hidupnya karena ada beberapa faktor yang berpengaruh. Lama atau tidaknya siklus hidup nyamuk dipengaruhi oleh kualitas sumber makanan serta suhu lingkungan.

Jika lingkungan mendukung, semua larva akan menjadi nyamuk dewasa. Dari 1 ekor nyamuk betina saja, akan dihasilkan ratusan ekor nyamuk dewasa yang baru. Nyamuk betina juga akan terus bertelur semasa hidupnya sehingga populasi nyamuk akan terus bertambah dan bertambah,

Nyamuk-nyamuk tersebut tidak sedikit yang menyebabkan penyakit, seperti demam berdarah, chikungunya, hingga malaria. Inilah alasan mengapa nyamuk dikategorikan sebagai salah satu serangga paling mematikan.

Cara Memutus Siklus Hidup Nyamuk

Nyamuk adalah hewan pengganggu untuk manusia. Ada yang memang menyebarkan penyakit seperti malaria, zika, chikungunya, hingga demam berdarah. Sebagian nyamuk memang hanya menjadi pengganggu dengan cara mengisap darah manusia dan menyebabkan gatal pada kulit.

Karena cukup mengganggu, siklus hidup serangga ini sebaiknya diputus sebelum jumlahnya bertambah. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memutus daur hidup nyamuk.

1. Menutup

Tempat penampungan air yang berada di rumah seperti bak air, drum, kendi, maupun vas bunga sebaiknya ditutup. Tujuannya agar tidak dihampiri nyamuk betina untuk menaruh telur-telurnya.

2. Menguras

Selain menutup, menguras bak air juga harus dilakukan secara rutin. Dengan menguras dan membuang airnya, telur, larva, dan pupa nyamuk akan terbuang.

Menguras tidak hanya berlaku untuk bak mandi. Periksalah tampungan air yang berada di bagian belakang kulkas atau dispenser. Bersihkan airnya secara rutin karena ini merupakan tempat favorit nyamuk untuk bertelur tanpa disadari.

Dari penjelasan lengkap di atas, dapat disimpulkan bahwa siklus hidup nyamuk terdiri dari 4 tahapan. Dimulai dengan perkawinan antara nyamuk jantan dan betina sehingga menghasilkan telur. Setelah itu telur menetas menjadi larva, pupa, dan nyamuk dewasa.

Baca Juga: