Apa Itu Problem Solving, Tujuan, Penerapan, Tips dan Contoh

Balitteknologikaret.co.idProblem Solving berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyelesaian masalah. Pelaku yang mampu mengurai dan menyelesaikan masalah disebut disebut problem solver.

Problem Solving menjadi salah satu jenis keterampilan intelektual yang dianggap lebih tinggi dibanding keterampilan lainnya. Dikarenakan apabila dinilai dari aspek kognitif pada pemecahan masalah pasti dibutuhkan keterampilan ataupun kemampuan dasar tertentu.

Kemampuan problem solving ini tidak hanya sekedar pemahaman maupun pengetahuan namun sudah mencapai pada tingkatan analisis.

Namun, agar memiliki kemampuan Problem Solving yang mumpuni, maka apa hal yang harus kita kuasai? Apakah ada langkah jitu dalam Problem Solving? Apakah kita bisa mendapatkan pendidikan formal terkait Problem Solving atau hanya belajar secara autodidak? Artikel membantu kamu menemukan jawaban pastinya.

Mengenal Tentang Problem Solving

Mengenal Tentang Problem Solving

Oemar Hamalik mengartikan problem solving merupakan suatu proses dari intelektual dan mental untuk menemukan masalah. Setelah ditemukan, lalu berupaya memecahkan permasalahan tersebut berdasarkan informasi serta data yang akurat, akhirnya siperoleh kesimpulan dengan cepat dan cermat.

Problem solving diartikan pula sebagai cara untuk mengidentifikasi serta menemukan solusi paling efektif dan efisien guna teratasinya masalah. Kemampuan ini pasti berkaitan dengan kemampuan lainnya yaitu kemampuan mendengarkan, menganalisis dan meneliti, kreatif, teamwork, komunikasi serta pengambilan keputusan.

Dalam penerapannya, pada teori lain disebutkan diperlukan model pembelajaran agar problem solving dapat dilakukan dengan tepat. Terdapat 3 teknik pelaksanaan Problem solving yakni: design thinking, dan solution-based thinking, serta linear thinking.

Problem solving dimulai dari kegiatan mengidentifikasikan sebuah permasalahan, kemudian mencari tahu apa penyebabnya. Lalu, menyeleksi daftar solusi yang sudah dirumuskan, kemudian memilih yang terbaik darinya. Langkah terakhir ialah dengan penerapan solusi terbaik yang sudah dipilih.

Pada saat seseorang melakukan identifikasi masalah, hendaknya mampu untuk membedakan apa saja yang menjadi penyebabnya. Serta membedakan apa saja yang merupakan masalah intinya.

Proses Problem Solving

Proses Problem Solving

Melalui model yang dibuat oleh Profesor Psikologi bernama John D. Bransford serta Barry S. Stein pada tahun 1984. Pemecahan masalah yang dianggap efektif tersebut menggunakan lima langkah penting, yaitu.

1. Identifikasi Apa Masalah Dan Akar Penyebabnya

Pemecahkan masalah ini yang harus dilakukan pertama harus mengakui bahwa masalah itu ada lalu kemudian ditemukan akar penyebabnya.

Diagnosalah suatu situasi sehingga fokus ada pada permasalahannya, tidak hanya pada gejalanya. Teknik pemecahan masalah bisa menggunakan diagram alur. Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi-langkah yang dilakukan dari suatu proses serta diagram sebab-akibat untuk menganalisis dan menentukan akar penyebab.

Untuk menemukan penyebab permasalahan bisa dengan menjawab berbagai pertanyaan seperti berikut:

  • Apakah masalahnya bisa diselesaikan?
  • Seberapa besar masalahnya?
  • Menurut saya kenapa masalah ini terjadi?
  • Apa saja beberapa hal yang saya ketahui tentang situasinya?
  • Apa saja beberapa hal yang tidak saya ketahui tentang situasinya?
  • Apakah ada pihak yang berkontribusi terhadap masalah tersebut?
  • Apakah terdapat bahan atau proses yang berkontribusi pada masalah tersebut?
  • Apakah terdapat pola masalah yang dapat saya identifikasi?
Baca Juga  Pengertian Berpikir Kritis, Cara Mengasah, Manfaat, dan Praktek

2. Tentukan Target Yang Ingin Dicapai

Setiap masalah pasti berbeda. Tujuan yang ingin dicapai saat melakukan pemecahan masalah sebenarnya bergantung pada setiap ruang lingkup permasalahannya. Berikut beberapa contoh target yang bisa ditetapkan dari proses problem solving, meliputi:

  • Segera kumpulkan informasi yang faktual sebanyak mungkin.
  • Brainstorming (bertukar pendapat) pada banyak strategi yang berbeda untuk memperoleh hasil yang terbaik.
  • Bersikaplah fleksibel pada saat mempertimbangkan mendengarkan sudut pandang pihak lain.
  • Mengartikulasikan dengan jelas serta mendorong akan adanya pertanyaan dan pernyataan. Sehingga semua orang yang terlibat berada di situasi yang sama.
  • Bersikaplah terbuka terhadap strategi lain apabila nantinya strategi yang dipilih tidak berhasil.
  • Tetap berpikir positif sepanjang proses.

3. Cari Solusi Potensial

Setelah menentukan tujuan yang ingin dicapai pada saat pemecahan masalah, selanjutnya adalah untuk memulai prosesnya. Tapah ini melibatkan banyak langkah yakni:

  • Pencarian fakta solusi yang sudah pernah ada dan yang sedang dirancang.
  • Brainstorming (curah pendapat)
  • Kumpulkan ide-ide terkait solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan.
  • Memprioritaskan solusi
  • Mempertimbangkan hal yang dibutuhkan sebagai solusi potensial, misal dalam hal waktu, tenaga, dan dana.

4. Pilih Solusi Dan Tindak Lanjuti

Pro dan kontra pada setiap solusi potensial pasti ada. Namun tetap pilih salah satu yang paling relevan untuk memecahkan permasalahan sesuai anggaran, kemampuan, dan sumber daya yang diberikan.

Setelah memilih solusi, harus dibuat komitmen bersama untuk menyelesaikannya. Lalu menyusun rencana aksi untuk mengimplementasikan, serta membaginya kepada semua pihak yang terlibat secara jelas dan efektif. Baik dilakukan secara lisan maupun tertulis.

Pastikan semua pihak yang terlibat memahami peran masing-masing agar memperoleh hasil terbaik.

5. Kontrol Dan Evaluasi Hasilnya

Evaluasi menggambarkan kondisi capaian saat ini, kemudian dibandingkan dengan rencana pelaksanaan. Evaluasi juga menjadi standar pemecahan masalah di masa depan. Saat mengevaluasi hasil, jawablah beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah solusi yang diambil berhasil?
  • Apakah solusi ini akan berhasil juga untuk masalah lain?
  • Apakah ada perubahan keputusan yang akan dilakukan nantinya?
  • Apakah solusi lain akan lebih baik dan efektif dibandingkan dengan solusi saat ini?

Mengapa Kemampuan (Skill) Problem Solving Dibutuhkan?

Mengapa Kemampuan (Skill) Problem Solving Dibutuhkan

Keahlian problem-solving akan membantu dalam menentukan apa sumber masalah yang sesungguhnya. Dengan kemampuan ini pula kita bisa menemukan solusi terbaik yang paling efektif dan efisien.

Kemampuan problem-solving sering sekali diidentifikasi sebagai satu keahlian tersendiri. Namun terdapat beberapa keahlian lain yang sangat bisa untuk mendukung keahlian dalam mengambil keputusan. Keahlian itu ialah:

  • Keahlian menjadi pendengar aktif
  • Keahlian melakukan analisis
  • Kemampuan meneliti
  • Keahlian  terkait kreativitas
  • Keahlian untuk berkomunikasi yang baik
  • Bisa diandalkan pada banyak situasi
  • Keahlian untuk menjadi anggota tim yang baik

Kemampuan Problem Solving juga ini amat penting bagi pengembangan jenjang karier, apa pun posisinya. Namun, kemampuan problem solving sangat tergantung pada bidang ataupun keahlian teknis yang dimiliki seseorang.

Contoh kemampuan Problem Solving: Seorang dokter yang profesional membutuhkan kemampuan untuk mendengarkan serta berkomunikasi dengan pasiennya. Di sisi lain, dokter tadi juga harus memiliki pengetahuan teknis terkait dengan jenis penyakit dan bagaimana pengobatan pasiennya.

Kemampuan (Skill) Problem Solving

Berikut tujuh jenis kemampuan yang dapat membantu seseorang membuat proses problem solving menjadi lebih mudah.

Baca Juga  Lengkap Contoh Tinjauan Pustaka Proposal, Makalah, dan Penelitan

1. Analisis

Seorang manajer akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan betul-betul menilai satu situasi terlebih dahulu. Selanjutnya, dia harus menggunakan keterampilan analitisnya untuk membedakan diantara solusi-solusi yang tidak efektif serta solusi yang dianggap efektif.

2. Komunikasi

Komunikasi yang efektif akan memainkan peran penting pada saat pemecahan masalah. Terutama orang lain terlibat. Ada beberapa keterampilan yang bisa membantu seorang problem solver untuk meningkatkan komunikasi.

Termasuklah diantaranya:

  • mendengarkan secara aktif,
  • berbicara dengan volume dan nada yang tenang,
  • membuat komunikasi tertulis untuk mendukung informasi verbal.

3. Kecerdasan Emosional

Merupakan kemampuan dalam mengenali serta mengelola emosi pada situasi apa pun. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya akan menyelesaikan permasalahan dengan tenang serta sistematis. Hal inillah yang seringkali akan membuahkan hasil terbaik.

4. Ketahanan

Merupakan suatu sifat yang erat kaitannya dengan kecerdasan emosional. Ketahanan merupakan kemampuan untuk mengatasi lalu cepat bangkit kembali dari suatu kondisi atau situasi sulit. Mereka yang memiliki sifat ketahanan  biasanya akan mampu menafsirkan orang lain dan situasi tertentu yang bisa sangat menguntungkan secara akurat.

5. Kreativitas

Ketika melakukan sebuah brainstorming solusi untuk permasalahan yang ada, kreativitas akan sangat membantu untuk berpikir out of the box. Penerapan teknik kreatif dapat meningkatkan strategi pemecahan masalah. Kita bisa menggunakan kreativitas untuk beberapa hal berikut:

  • Pendekatan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda
  • Meningkatkan proses pemecahan masalah
  • Pacu kreativitas pada setiap karyawan serta rekan kerja.

6. Kemampuan Beradaptasi

Merupakan kemampuan untuk bisa menyesuaikan diri dengan setiap perubahan. Apabila suatu solusi untuk suatu masalah tidak membuahkan berhasil, maka kemampuan beradaptasi akan menyelesaikannya. Kemampuan beradaptasi akan meninjau kembali permasalahan tersebut untuk memikirkan setiap masalah lain tanpa harus merasa frustrasi.

7. Kerja Tim

Kerja tim pasti membutuhkan kenyamanan bekerja bagi setiap orang. Kemampuan ini mengharuskan seseorang untuk mampu berkolaborasi dengan anggota kerja. Nantinya akan menghasilkan pemecahan permasalahan yang lebih baik secara menyeluruh.

Lanjutan Kemampuan (Skill) Problem Solving…

Terdapat 14 kemampuan yang bersifat praktis, selain 7 kemampuan di atas untuk Problem Solving, yaitu:

  • Kemampuan Mengindra dan Mengidentifikasi Masalah
  • Kemampuan Mendefinisikan serta Menjelaskan Masalah
  • Kemampuan Menghindari setiap Jebakan Asumsi Liar
  • Kemampuan Menghindari Bias dan Cognitive Error
  • Kemampuan Memetakan setiap Ekosistem Dari Masalah Sehari-hari
  • Kemampuan Untuk Memetakan Ekosistem Dalam Masalah Bisnis
  • Kemampuan Untuk Memahami Setiap Konsep Mutakhir Masalah
  • Kemampuan Untuk Memprioritaskan Setiap Penanganan Masalah
  • Kemampuan Untuk Menggali Setiap Solusi Lebih Dalam
  • Kemampuan Untuk Memutuskan serta Membuat Action Plan
  • Kemampuan Untuk Memahami Tipe Solusi serta Dampaknya
  • Kemampuan Untuk Membuat Setiap Langkah Eksekusi Solusi
  • Kemampuan Untuk Mengendalikan Setiap Solusi dan Hasilnya
  • Kemampuan Untuk Mengelola Setiap Upaya Preventif Masalah

Selain itu, agar menjadi Problem Solver yang handal, harus mampu menguasai 4D sebagai berikut:

  • DISCOVER (yakni menemukan serta mendefenisikan suatu gejala ataupun masalah)
  • DIAGNOSE (yakni menganalisis serta menjabarkan komponen masalah)
  • DECIDE (yakni merumuskan solusi serta menentukan langkah penyelesaiannya)
  • DELIVER (yakni mengeksekusi serta mengelola setiap aksi penyelesaian masalah serta konsekuensinya)

Creative Problem Solving

Creative Problem Solving

Pertama kali yang mengembangkan metode dari creative problem solving ialah Alex Osborn yakni seorang eksekutif periklanan. Alex Osborn yang pertama kali yang mengembangkan pengaplikasian teknik brainstorming.

Kita sangat membutuhkan creative problem solving karena akan dapat memecahkan berbagai permasalahan. Semakin kreatif individu ataupun tim yang kamu miliki, maka akan semakin banyak pula solusi yang ditawarkan.

Baca Juga  5 Contoh Surat Lamaran Kerja Baik dan Benar Agar Dilirik HRD

Metode yang dimiliki creative problem solving jelas berbeda dengan metode penyelesaian masalah konservatif. Metode konservatif hanya menekankan pada aspek analisis, evaluasi proses suatu pemecahan masalah, dan hanya terfokus pada proses pelaksanaannya.

Sedangkan Creative problem solving memberikan kebebasan kepada para karyawan untuk mengungkapkan pendapatnya. Mengembangkan ide-ide miliknya serta mengimplementasikan semua strategi yang dianggapnya cocok untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi di tempat kerja.

Metode Creative Problem Solving

Beberapa permasalahan ditemukan di tempat kerja, dan lebih baik apabila dipecahkan dengan metode creative problem solving yakni sebagai berikut:

  • Mengatasi adanya kekurangan staf pada salah satu unit bisnis (departemen) di perusahaan. Kamu dan tim tetap bisa memberikan hasil kerja terbaik baik.
  • Mengatasi keterlambatan di lokasi kerja dengan pemecahan masalah serta adanya komunikasi.
  • Mengambil inisiatif dengan segera ketika rekan kerja lainnya terlihat melewatkan ataupun mengabaikan sesuatu yang dianggap penting.
  • Memperbaiki setiap kesalahan yang ada di tempat kerja. Tidak melihat apakah itu kesalahan yang dibuat oleh kita sendiri ataukah rekan kerja.
  • Menangani serta menyelesaikan setiap konflik yang muncul dengan rekan kerja.
  • Mengatasi setiap masalah yang terkait dengan anggaran. Bagaimana agar dapat menghasilkan kinerja yang terbaik lewat penggunaan anggaran yang harus kreatif.

Part 2:

  • Meningkatkan kualitas kinerja perusahaan ataupun tim kerja. Dilakukan dengan memperbaiki komunikasi yang ada di antara para karyawan.
  • Memecahkan persoalan K3 (Kesehatan, Keselamatan & Keamanan) di lokasi kerja.
  • Menyelesaikan setiap permasalahan teknis.
  • Memecahkan setiap permasalahan yang berkaitan dengan persoalan uang, seperti pembukuan.
  • Menemukan setiap data baru dengan segera. Agar dapat memandu pengambilan keputusan atau strategi di suatu perusahaan dengan lebih baik.
  • Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelanggan yang sulit. Ataupun pelanggan yang kesal dengan kualitas pelayanan perusahaan tempat kerja kita.
  • Menemukan cara terbaik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Hal ini bisa dilakukan melalui peningkatan layanan, penawaran produk terbaru, harga terbaru, ide promosi serta metode penjualan.

Bagian 3:

  • Mengurangi (menghemat) pengeluaran atas anggaran milik perusahaan.
  • Mengambil inisiatif untuk segera bertemu dengan atasan, untuk membahas permasalahan tertentu yang berpotensi akan menjadi lebih buruk.
  • Mengubah pengaturan suatu proses, tugas ataupun tim agar menjadi lebih efisien
  • Melakukan penelitian guna mengumpulkan data serta informasi untuk menemukan solusi terbaik untuk pemecahan suatu masalah.
  • Menggunakan setiap pemikiran kreatif dengan tujuan untuk menghasilkan solusi terbaik yang belum pernah dipergunakan oleh perusahaan sebelumnya.

Manfaat Adanya Kemampuan Problem Solving

Manfaat Adanya Kemampuan Problem Solving

Ketika kita mampu memecahkan permasalahan yang ada dengan cepat, efektif dan efisien, maka tempat kerja kita juga memperoleh manfaatnya. Berikut ini yang termasuk manfaat adanya kemampuan Problem Solving, yaitu:

  • Kreativitas organisasi, tim atau pun individu akan menjadi lebih besar
  • Produktivitas organisasi, tim atau pun individu akan lebih tinggi
  • Kepuasan kerja pegawai akan meningkat
  • Kepuasan pelanggan atau client akan meningkat.
  • Teamwork dan kekompakan tim akan menjadi lebih baik
  • Tercipta lingkungan kerja yang jauh lebih baik untuk para pelanggan dan karyawan.

FAQ

Adakah Lembaga Penyedia Pelatihan Problem Solving?

Ya, terdapat banyak lembaga penyedia pelatihan bagi kamu yang ingin menguasai kemampuan Problem Solving.

Dari banyak lembaga pelatihan, berikut ada beberapa nama lembaga pelatihan yang bisa kamu jadikan rujukan:

  • Coursera, diadakan olehUniversity of Michigan
  • COURSE ID A3 diadakan oleh Lembaga ASQ dalam bentuk Lean Problem-Solving Tools. Bentuk pelatihannya berupa live-streaming.
  • Training Problem Solving Fundamental for Managers, diadakan oleh PRESENTA EDU, Indonesia.
  • Pelatihan Problem Solving and Decision Making, diadakan oleh Borobudur Training, Indonesia.
  • Pelatihan Team Problem Solving, diadakan oleh Diorama Training, Indonesia.
  • Training Problem Solving & Decision Making, diadakan oleh Mahaka Institute, Indonesia.

Perlukah Diadakan Tim Khusus Dalam Melakukan Problem Solving?

Pada poin ini, jawabannya ialah dikembalikan ke jenis masalah yang sedang dihadapi. Jika permasalah yang ada menyangkut kepentingan banyak pihak, maka sebaiknya Problem Solving dilakukan dengan melibatkan tim, agar solusinya lebih maksimal.

Namun, jika kita bicara Problem Solving Skills, sesunggguhnya kemampuan ini sudah harus dimiliki utamanya oleh para pemangku jabatan strategis. Hal ini dikarenakan setiap posisi strategis memiliki target dan tim yang berbeda. Ketika para pimpinan memiliki Problem Solving Skills maka permasalahan pada setiap divisi akan lebih cepat dan tepat untuk teratasi.

Akhir Kata

Ada banyak masalah yang pasti akan ditemui dalam dunia kerja. Namun semakin sering kita dalam menuntaskan suatu permasalahan maka akan semakin matang kemampuan problem solving yang dimiliki. Seorang problem solver yang handal sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa suatu bisnis tetap berada di langkah tepat dalam mencapai tujuan.

Simak artikel menarik lainnya berikut ini :