Sinopsis Juvenile Justice

Sinopsis Juvenile Justice Drakor Remaja Viral FULL Episode

Hukuman apa yang kira-kira pantas diberikan untuk pelaku kejahatan yang masih di bawah umur? Akankah mereka jera dengan perbuatannya tersebut? Sinopsis Juvenile Justice berikut akan memberikan gambaran bagaimana seorang hakim memberikan hukuman untuk anak-anak dan remaja.

Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja belakangan ini semakin disorot. Drama Korea pun mengangkat topik ini menjadi sebuah cerita yang menarik untuk ditonton.

Profil dan Pemain Juvenile Justice

Profil dan Pemain Juvenile Justice

Judul: Juvenile Justice atau Juvenile Judgement

Genre: Drama

Jumlah Episode: 10

Sutradara: Hong Jong Chan

Penulis Naskah: Kim Min Seok

Pemain:

  • Kim Hye Soo (Sim Eun Seok)
  • Kim Moo Yul (Cha Tae Ju)
  • Lee Sung Min (Kang Won Jung)
  • Lee Jung Eun (Na Geun Hee)

Sinopsis Juvenile Justice Full Episodes

Juvenile Justice menceritakan seorang hakim dari Divisi Pidana Anak yakni Sim Eun Seok. Ia dikenal dengan sebutan Hakim Maksimal. Dalam persidangan yang dipimpinnya, ia selalu memberikan hukuman dan pembinaan maksimal bagi para pelaku kejahatan.

Pelaku kejahatan yang ditanganinya tentu saja remaja dan anak-anak di bawah umur. Meski demikian Eun Seok tidak kenal ampun. Ia sangat tegas dan juga dingin terhadap anak-anak pelaku kejahatan. Eun Seok percaya bahwa apa yang mereka lakukan tidak bisa dimaafkan dan tidak akan mudah berubah.

Dalam drama ini, akan ada beberapa kasus tindakan criminal dan kejahatan anak juga remaja yang ditangani oleh Sim Eun Seok. Hakim Sim dibantu oleh rekannya sesame hakim yakni Cha Tae Ju. Mereka bersama-sama berusaha mengumpulkan bukti untuk bisa menghukum anak-anak tersebut.

Kedua hakim ini tidak menyerah untuk membuat anak-anak dan remaja pelaku kejahatan jera. Meskipun di tengah keterbatasan karena mereka juga harus mengikuti sistem peradilan yang berlaku.

Hakim Anak di Korea Selatan

Sinopsis Juvenile Justice episode pertama diawali dengan adegan di mana seorang anak berjalan kea rah kantor polisi. Anak tersebut merupakan remaja berusia 13 tahun. Saat ditanyai polisi, tubuhnya berlumuran darah. Demikian pula dengan pakaiannya.

Anak yang mengaku Seo U itu berkata sudah melakukan pembunuhan. Korbannya adalah seorang anak SD yang masih berusia 8 tahun. Tak hanya membunuh, Seong U juga sudah memotong-motong bagian tubuh anak tersebut.

Di lain sisi, masyarakat Korea menuntut penghapusan UU Peradilan Anak. Hal ini juga menuai kontroversi mengingat kasus Seong U yang mana pelakunya masih di bawah umur. Di Korea Selatan sendiri, tercatat dari 3.300 hakim yang aktif, hanya sekitar 20 hakim yang bertindak sebagai hakim anak.

Sementara itu, dari 30.000 kasus criminal yang dilakukan oleh remaja dan anak-anak di bawah umur, hanya 20 hakim ini yang menangani. Pengadilan Anak di Korea Selatan juga tidak menghadirkan jaksa. Hanya ada pendamping dan hakim lah yang akan melakukan interogasi serta mengambil putusan.

Sim Eun Seok, Hakim Maksimal

Suatu hari, Sim Eun Seok mendapatkan kabar bahwa dirinya dimutasi ke Pengadilan Negeri Yeonhwa. Hakim anak ini langsung diminta untuk menangani kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Baek Seong U.

Dalam kasus ini, Sim Eun Seok bekerja sama dengan Hakim Ketua Kang dan rekan hakim anggotanya, Cha Tae Ju. Dalam keterangannya, Seong U tidak memiliki motif balas dendam terhafap korban. Seong U bahkan tidak mengenal korban.

Ia langsung membunuh korban di siang hari. Lokasi pembunuhan berada di sebuah apartemen, yang mana dekat dengan kantor polisi dan sekolah dasar. Seong U didakwa dengan tuduhan penculikan, pembunuhan, tindak mutilasi dan juga pembuangan mayat korban.

Meski demikian, karena usia Seong U yang masih 13 tahun, ia hanya bisa dituntut dengan hukuman maksimal 2 tahun penjara. Padahal, tidak kriminal ini jika dilakukan oleh orang dewasa bisa mendapatkan hukuman hingga 20 tahun penjara.

Hukuman tersebut sudah diduga akan menunai kontroversi di masyarakat. Hakim anak akan dihujat oleh Sebagian masyarakat Korea. Mengetahui hal ini, Hakim Ketua langsung menunjuk Eun Seok untuk mengangani masalah ini dengan hati-hati.

Hakim Kang tahu, reputasi baik dari Hakim Sim dapat sedikit meredam emosi masyarakat. Meski demikian, hasilnya sudah pasti timnya tetap akan mendapat cacian.

Adaptasi Sim Eun Seok di Pengadilan Negeri Yeonhwa

Berbeda dengan Pengadilan Negeri Pusat yang sebelumnya menjadi tempat kerja Eun Seok, di Pengadilan Negeri Yeonwha, Eun Seok juga menangani kasus pidana anak. Sebelumnya, ia hanya menangani kasus perlindungan anak.

Kasus-kasus yang harus dipelajari oleh hakim Sim juga sangat banyak. Dalam seminggu, ia bisa mempelajari 80 kasus lebih. Hakim Sim juga meminta agar jadwal siding untuk kasus Baek Seong U dipercepat. Pasalnya, ini bukanlah kasus pembunuhan biasa.

Cha Tae Ju juga mengajak Eun Seok untuk makan bersama anak-anak pelaku kejahatan. Mereka baru saja selesai menjalani pembinaan. Di sana, banyak anak-anak yang mengeluh pada tim pengadilan. Mendengar hal itu, Eun Seok menolak dengan alasan tidak suka dengan anak-anak.

Ia tidak bisa mentoleransi kejahatan yang dilakukan meskipun oleh anak di bawah umur. Sinopsis Juvenile Justice berlanjut dengan Cha Tae Ju yang mengingatkan bahwa ini termasuk salah satu pekerjaan yang harus dilakukan oleh hakim Sim.

Alasan Sim Eun Seok Membenci Anak-anak

Ketika malam malam bersama anak-anak berlangsung, Cha Tae Ju tampak menyemangati anak-anak pelaku criminal. Berbeda dengan Cha Tae Ju, Sim Eun Seok tampak dingin dan sinis. Ia bahkan mengajak seorang anak bernama Seol Ah berbicara.

Eun Seok melihat bahwa Seol Ah mencuri dompet seseorang. Anak tersebut terang-terangan tidak mengakui tuduhan tersebut. Namun, orang yang dompetnya hilang tersebut tetap percaya bahwa anak tersebutlah yang mengambil dompetnya. Ia menyinggung tindak kriminal yang pernah dilakukannya.

Hakim Sim meminta agar kasus tersebut diserahkan ke polisi untuk diselidiki kebenarannya. Seol Ah bersikeras bahwa ia tidak bersalah, namun kemudian hakim Sim melihat Seol Ah mengambil dompet orang lain lagi.

Inilah yang membuat Sim Eun Seok tidak pernah menyukai anak-anak yang pernah melakukan tindak kriminal. Ia percaya bahwa anak-anak tersebut tidak mudah jera hanya dengan hukuman ringan dan pembinaan semata.

Oleh karenanya, hakim Sim selalu dijuluki sebagai Hakim Maksimal. Ia tidak segan memvonis anak-anak yang melakukan kejahatan dengan hukuman seberat-beratnya. Meski demikian, hakim Cha menegurnya karena telah memojokkan Seol Ah dan anak-anak lainnya.

Juvenile Justice, Drama Kejahatan Anak dan Remaja

Juvenile Justice, Drama Kejahatan Anak dan Remaja

Sim Eun Seok menanggapi teguran yang dilakukan oleh Cha Tae Ju terhadap dirinya. Ia berkata, meskipun masih anak-anak, mereka bisa melakukan banyak kemungkinan. Akhirnya, siding pertama kasus pembunuhan dan mutilasi oleh Baek Seong U pun akan digelar.

Drama berjumlah 10 episode yang tayang di Netflix ini setidaknya menyajikan 4 kasus kejahatan berbeda. Di mana semua kasus dilakukan oleh anak dan remaja di bawah umur. Banyak tema yang diangkat mulai dari kekerasan fisik dan psikis hingga kekerasan seksual.

Sinopsis Juvenile Justice pun berakhir. Selamat menonton!

Baca juga: