Cara Wudhu yang Benar

Cara Wudhu yang Benar Sesuai Islam, Hukum, Syarat dan Doanya

Balitteknologikaret.co.id – Nyatanya wudhu bukan sekadar aktivitas menghilangkan hadas saja, wudhu juga digolongkan sebagai ibadah. Seorang muslim diwajibkan untuk berwudhu sebelum menunaikan ibadah salat, sehingga mengetahui tata cara wudhu yang benar adalah keharusan bagi seluruh muslim.

Wudhu akan mensucikan diri dari hadas kecil. Tanpa berwudhu, ibadah salat bisa menjadi tidak sah, kecuali pada situasi-situasi tertentu yang tidak memungkinkan. Wudhu juga telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bagi yang masih penasaran tentang hukum wudhu, syarat-syarat wudhu hingga sunnah dalam berwudhu, pastikan membaca rangkuman di bawah ini. Mari pelajari sama-sama bagaimana urutan wudhu dan doa yang benar!

Hukum Wudhu dan Syarat Sah Wudhu

Hukum Wudhu

Wudhu memiliki hukum yang wajib dilakukan seorang muslim sebelum menunaikan ibadah, seperti ketika ingin melaksanakan salat, menyentuh al-Qur’an atau thawaf.

Sebelum mengetahui urutan tata cara wudhu, pastikan syarat sah wudhu sudah terpenuhi. Di bawah ini ada beberapa syarat sah wudhu yang didapatkan dari sumber terpercaya, baca baik-baik:

1. Beragama Islam

Mengapa harus menjadi muslim terlebih dulu supaya wudhu dianggap sah? Hal ini karena wudhu merupakan ibadah, sedangkan syarat diterimanya ibadah adalah beragama islam. Itu artinya, wudhu menjadi tidak sah apabila dilakukan oleh non-muslim.

2. Menggunakan Air yang Suci

Fungsi berwudhu adalah untuk membersihkan diri, sehingga penting untuk menggunakan air yang suci dan bebas dari najis. Air yang tercemar oleh najis tidak bisa dipakai untuk berwudhu, begitu juga apabila ingin digunakan untuk menghilangkan najis ‘ainiyah.

3. Baligh

Ketika seseorang memasuki baligh, mereka diwajibkan untuk mengikuti urutan cara wudhu yang benar sebelum menunaikan ibadah. Orang yang sudah baligh dinamakan mumayyiz, yaitu seseorang yang bisa membedakan antara hal yang buruk dan baik.

Maka wudhu tidak sah apabila dilakukan oleh orang yang akalnya belum matang atau terganggu, misalnya anak kecil atau orang gila.

4. Anggota Tubuh Terkena Air dengan Merata

Keadaan diri seseorang harus suci ketika ingin menunaikan ibadah salat, misalnya. Pastikan air yang dipakai berwudhu telah membasahi anggota tubuh secara merata. Apabila ada bagian yang tidak terkena air, maka wudhu bisa menjadi tidak sah.

5. Tidak Haid atau Nifas

Dalam islam, haid dan nifas merupakan hal-hal yang membatalkan wudhu. Otomatis wudhu tidak menjadi sah ketika seorang muslimah sedang dalam kondisi tersebut. Muslimah harus menyucikan diri usai periode haid selesai.

6. Niat Tidak Ragu-ragu

Dalam tata cara wudhu yang benar, wudhu perlu didasari dengan niat. Apabila masih ada keraguan atau ketidakpastian dalam niat, hal ini bisa menyebabkan niat tidak sah. Oleh karena itu, penting untuk mendasari wudhu dengan niat membersihkan hadas kecil sebelum beribadah.

7. Kulit Tidak Terhalang Kotoran

Kotoran atau tato bisa menghalangi kulit dari terkena kucuran air wudhu. Akibatnya, air wudhu tidak bisa menjangkau permukaan kulit dengan merata. Ada baiknya membersihkan anggota tubuh terlebih dulu dari kotoran atau penghalang lainnya supaya air wudhu dapat membersihkan najis dari kulit.

8. Tidak Ada Sesuatu yang Mengubah Air

Hanya air bersih yang bisa dipakai untuk berwudhu. Air yang sudah mengalami perubahan sifat atau nama akan tergolong menjadi air yang tidak sah dipakai berwudhu. Seorang muslim harus menggunakan air thahur atau air suci yang disucikan untuk berwudhu.

Maka itu membuat air sabun tidak sah dipakai untuk berwudhu, meski pada dasarnya air tersebut berperan untuk membersihkan kotoran.

9. Memahami Wudhu itu Wajib

Lagi-lagi ini berkaitan dengan niat seorang muslim dalam berwudhu. Hal yang cukup penting agar wudhu dianggap sah yaitu menyadari bahwa hukum wudhu itu wajib. Apabila masih mempunyai keyakinan bahwa wudhu tidak wajib, itu akan menyebabkan wudhu dan salat menjadi tidak sah.

Mengimani bahwa wudhu adalah wajib berarti meyakini pula bahwa rukun wudhu yang 6 juga memiliki hukum yang wajib. Wudhu akan menjadi tidak sah ketika ada keyakinan dalam hati bahwa salah satu rukun tersebut hukumnya sunnah.

Tata Cara Wudhu yang Benar dan Doanya

Tata Cara Wudhu yang Benar dan Doanya

Untuk mendapatkan kesucian diri sebelum menunaikan ibadah, pastikan memahami urutan dan tata cara wudhu sesuai ajaran. Wudhu sangatlah penting dilakukan ketika ingin melaksanakan salat atau ibadah lainnya, jadi pahami juga bacaan doanya di bawah ini:

  1. Mengucapkan basmalah dan niat wudhu, yaitu “Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”.
  2. Usap telapak tangan sebanyak 3 kali beserta sela-sela jari.

Doa membasuh telapak tangan:

اللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِكَ كُلِّهَا

Artinya:

“Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari perbuatan maksiat pada-Mu.”

  1. Berkumur sambil membersihkan sisa kotoran di gigi sebanyak 3 kali.

Doa saat berkumur:

اللّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya:

“Ya Allah bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu dan selalu memperbaiki ibadah kepada-Mu.”

  1. Membasuh lubang hidung sebanyak tiga kali.

Doa saat membasuh lubang hidung:

اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الجَـنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّي رَاضٍ

Artinya:

“Ya Allah berikan aku penciuman wewangian surga dan keadaan Engkau terhadap diriku yang selalu meridhoi.”

  1. Membersihkan wajah secara menyeluruh sebanyak tiga kali.

Doa saat mencuci wajah:

اللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Artinya:

“Ya Allah putihkan wajahku pada hari menjadi putih berseri-seri wajah kaum muslimin dan menjadi hitam legam wajah-wajah orang kafir.”

  1. Mencuci tangan kanan hingga siku 3 kali.

Doa saat mencuci lengan kanan:

اَللّٰهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرً

Artinya:

“Ya Allah berikanlah kepadaku kitab amalku dari tangan kananku dan hisablah aku dengan penghisaban yang ringan.”

  1. Membasuh tangan kiri sampai siku sebanyak 3 kali pula.

Doa membasuh lengan kiri:

اَللّٰهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَلاَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

Artinya:

“Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku kitab amal dari tangan kiriku atau pada belakang punggungku.”

  1. Mengusap rambut kepala sebanyak 3 kali.

Doa mengusap kepala dan rambut:

اللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

Artinya:

“Ya Allah haramkan rambut dan kulitku dari atas api neraka.

  1. Mencuci kedua telinga sebanyak 3 kali.

Doa mencuci telinga:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat dan mengikuti sesuatu yang terbaik.”

  1. Membasuh telapak kaki kanan hingga mata kaki sebanyak 3 kali.

Doa mencuci kaki kanan:

اللّٰهُمَّ اِجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shiratal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

  1. Mengusap telapak kaki kiri hingga mata kaki dan sela-sela jari sebanyak tiga kali.

Doa mencuci kaki kiri:

اَللّٰهُمَّ لَاتَزِلُّ قدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِين

Artinya:

“Ya Allah jangan kau gelincirkan langkah (pendirianku) pada jalan neraka pada hari digelincirkannya langkah (pendirian) orang-orang munafik dan orang-orang musyrik.”

  1. Mengucapkan doa setelah wudhu.

Doa usai wudhu:

اشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya:

“Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Jenis Air yang Sah untuk Berwudhu

Jenis Air yang Sah untuk Berwudhu

Tidak semua air sah dipakai untuk berwudhu. Syaratnya, air haruslah bersih dan tidak terkontaminasi oleh najis. Apabila situasi memungkinkan, seorang muslim harus berwudhu menggunakan air yang suci. Apa saja air yang bisa dipakai berwudhu? Berikut di antaranya:

  • Air dari mata air
  • Air dari tangki atau wadah besar
  • Air hujan
  • Air laut
  • Air lelehan salju
  • Air sumur
  • Air sungai
  • Air terjun

Air yang Najis untuk Berwudhu

Air yang Najis untuk Berwudhu

Menerapkan cara wudhu yang benar akan menjadi sia-sia jika menggunakan air yang najis. Ada beberapa jenis air yang digolongkan sebagai air yang najis, di antaranya adalah:

  • Sifat air berubah karena kontaminasi najis, baik tercemar sedikit atau banyak.
  • Air bernajis yang jumlahnya kurang dari dua kulah. Sedangkan air bernajis yang sifatnya belum berubah dan jumlahnya lebih dari dua kulah, masih bisa dipakai untuk berwudhu.

Di samping air yang najis, ada pula air yang makruh ketika dipakai untuk berwudhu. Air yang makruh tidak disarankan dipakai untuk tubuh, namun bisa digunakan untuk keperluan mencuci pakaian atau barang-barang lainnya.

Adapun air yang tergolong makruh merupakan air yang berada di wadah logam (selain wadah emas atau logam) dan dibiarkan terjemur oleh terik matahari. Ini bisa membuat partikel karat bercampur, sehingga tidak baik untuk kesehatan.

Sunnah dalam Berwudhu

Sunnah dalam Berwudhu

Sejak lama berwudhu dilakukan sebagai ibadah untuk menambah pahala seorang muslim. Jika ingin memperbanyak amalan untuk diri sendiri, ada baiknya menerapkan beberapa sunnah berwudhu yaitu sebagai berikut:

  • Sebelum menjalankan mandi wajib.
  • Sebelum salat.
  • Bila dalam kondisi junub.
  • Setelah menggotong jenazah.
  • Sebelum tidur.
  • Setiap kali berhadas kecil.
  • Setelah muntah.
  • Usai mengonsumsi makanan yang tersentuh api.

Terapkan tata cara wudhu yang benar untuk pria dan wanita di atas ketika berwudhu lagi nantinya supaya ibadah semakin berkah. Pastikan juga menggunakan air yang suci lagi menyucikan dalam membersihkan hadas kecil yang menempel pada tubuh.

Baca juga beberapa informasi lainnya: