Doa-Nabi-Nuh

Doa Nabi Nuh Dalam Al-Qur’an Untuk Kaumnya dan Anaknya!!

Doa Nabi Nuh – Nabi Nuh adalah salah satu nabi dalam agama Islam, Kristen, dan Yahudi, kisah kehidupannya diuraikan dalam Al-Quran dan juga terdapat dalam kitab-kitab suci agama lainnya.

Menurut kisah dalam Al-Quran, Nabi Nuh diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran-ajaran tauhid dan mengajak manusia kembali ke jalan yang benar.

Kebanyakan manusia pada saat itu telah menyimpang dari jalan yang benar dan mengabaikan seruan Nabi Nuh. Allah SWT kemudian menyuruh Nabi Nuh untuk membangun kapal untuk menyelamatkan diri, keluarganya, dan para pengikutnya dari banjir besar yang akan datang.

Beberapa Doa Nabi Nuh Yang Populer Hingga Saat Ini

Beberapa Doa Nabi Nuh Yang Populer Hingga Saat Ini

Setiap Nabi dan Rosul yang diutus oleh Allah SWT memiliki doa yang diabadikan dalam kitab suci Al-Quran maupun kitab-kitab suci agama lainnya.

Doa-doa ini mengandung pelajaran dan inspirasi bagi umat manusia untuk memohon bantuan dan perlindungan dari Allah SWT dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam hidup.

Selain doanya ketika berada di atas kapal selama banjir besar, Nabi Nuh memiliki doa lain seperti dalam QS. Hud : 47, yakni “Dan aku katakan, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.

Nanti hujan akan turun dengan lebatnya kepada kamu dan menambahkan kekuatanmu kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dari kesalahan-kesalahanmu.”

Untuk lebih jelasnya terkait doa nabi nuh simak penjelasan selanjutnya hanya di balitteknologikaret.co.id

Doa Nabi Nuh Untuk Kaumnya

Menurut kisah dalam Al-Quran, kebanyakan kaum Nabi Nuh telah menyimpang dari ajarannya dan tidak mendengarkan seruannya. Mereka telah melakukan banyak kesalahan dan berbuat dosa, seperti menyembah berhala dan menentang ajaran tauhid yang disampaikan oleh Nabi Nuh.

Nabi Nuh terus menerus berdakwah dan mendoakan kaumnya agar kembali ke jalan yang benar, akan tetapi mereka tetap tidak mendengarkan seruannya. Akhirnya, Allah SWT menyuruh Nabi Nuh untuk membangun kapal sebagai tanda akan datangnya banjir besar yang akan menghancurkan kaum yang durhaka tersebut.

Adapun bacaan doa Nabi Nuh untuk kaumnya adalah seperti dibawah ini :

(118) قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ (117) فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Qala rabbi inna qaumi kazzabụn (117) Faftaḥ baini wa bainahum fat-ḥaw wa najjini wa mam ma’iya minal-mu`minīn (118)

Artinya :

“Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku (117) Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku” (118)

Doa nabi Nuh tersebut diatas diabadikan oleh Allah SWT didalam Q.S Asy-Syu’ara ayat 117-117

Doa Nabi Nuh Untuk Anaknya

Doa Nabi Nuh Untuk Anaknya

Menurut kisah dalam Al-Quran, Nabi Nuh memiliki seorang anak yang bernama Kan’an, akan tetapi pada saat banjir besar terjadi. Kan’an tidak percaya dan menolak untuk naik ke kapal yang dibangun oleh ayahnya karena ia merasa bisa selamat dengan berlindung di sebuah gunung.

Nabi Nuh berusaha meyakinkan anaknya tersebut untuk naik ke kapal, namun Kan’an tetap menolak, akhirnya, ketika air bah mulai meluap dan tidak ada lagi kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Nabi Nuh berdoa kepada Allah SWT untuk menyelamatkan anaknya, akan tetapi doa tersebut tidak dikabulkan karena Kan’an termasuk di antara orang-orang yang durhaka.

Adapun bacaan doa Nabi Nuh Untuk Anaknya adalah seperti dibawah ini :

وَهِىَ تَجۡرِىۡ بِهِمۡ فِىۡ مَوۡجٍ كَالۡجِبَالِ وَنَادٰى نُوۡحُ اۨبۡنَهٗ وَكَانَ فِىۡ مَعۡزِلٍ يّٰبُنَىَّ ارۡكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنۡ مَّعَ الۡكٰفِرِيۡنَ‏ ٤٢

Artinya :

Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.” (QS Hud 42)

قَالَ سَاٰوِىۡۤ اِلٰى جَبَلٍ يَّعۡصِمُنِىۡ مِنَ الۡمَآءِ​ؕ قَالَ لَا عَاصِمَ الۡيَوۡمَ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰهِ اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ​ۚ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا الۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ الۡمُغۡرَقِيۡنَ‏ ٤٣

Artinya :

Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (QS Hud 43)

Doa Nabi Nuh untuk anaknya tersebut diatas termaktub didalam Al-Qur’an surat Hud ayat 42 dan 43.

Doa Nabi Nuh Ketika Naik Kapal

Dalam kisah Nabi Nuh, diceritakan bahwa ia diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun sebuah kapal besar yang dapat menampung dirinya, keluarganya, serta sepasang binatang dari setiap jenis yang ada di muka bumi.

Hal ini dilakukan sebagai tanda akan datangnya banjir besar yang akan menghancurkan seluruh kehidupan di bumi. Nabi Nuh dan keluarganya kemudian naik ke kapal tersebut bersama binatang-binatang yang telah dipilih.

Ketika banjir benar-benar datang dan air mulai naik, kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh itu terus mengapung di atas air selama berbulan-bulan. Selama itu, Nabi Nuh terus berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT agar kapalnya selamat dari bencana tersebut.

Adapun bacaan doa Nabi Nuh ketika naik kapal adalah seperti dibawah ini :

بِسْمِ اللهِ مَجْرِيْهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ، وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِه

Bismillahi majreha wa mursaha, inna rabbi laghafurur raḥim, (Hud ayat 41). Wa ma qadarullaha haqqa qadrih (Az-Zumar ayat 67).

Artinya :

“Nuh berkata, ‘Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,’ (Surat Hud ayat 41). Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya,” (Surat Az-Zumar ayat 67).

Doa Nabi Nuh Ketika Banjir

Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk memperingatkan manusia tentang datangnya banjir besar yang akan menghancurkan seluruh kehidupan di bumi.

Akan tetapi umat manusia pada waktu itu enggan untuk mendengarkan peringatan Nabi Nuh dan terus melakukan perbuatan dosa dan kezaliman.

Setelah Nabi Nuh menyelesaikan pembuatan kapal dan menaikinya bersama keluarganya serta binatang-binatang, banjir besar akhirnya tiba dan menghancurkan seluruh kehidupan di bumi.

Selama berbulan-bulan, kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh itu terus mengapung di atas air, sedangkan seluruh umat manusia yang tidak percaya pada peringatan Nabi Nuh tenggelam dan binasa.

Adapun terkait kisah tersebut Nabi Nuh membaca doa ketika banjir datang seperti dibawah ini :

Artinya :

“Dan dikalamkan : “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

Baca Juga :