Apa-Itu-Ideologi-Kapitalisme?-Ini-Sejarah,-Pengertian-dan-Cirinya

Apa Itu Ideologi Kapitalisme? Ini Sejarah, Pengertian dan Cirinya

Apa itu ideologi kapitalisme? Istilah tersebut mungkin sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kapitalisme dikaitkan dengan sistem ekonomi yang bertujuan untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya.

Selain itu kapitalisme juga identik dengan kepemilikan modal oleh individu atau sekelompok orang. Hal ini membuat distribusi pendapatan cenderung tidak merata dan menimbulkan kesenjangan. Nah, untuk tahu lebih dalam tentang karakteristik kapitalisme dan perkembangannya, berikut ini pembahasannya.

Pengertian Ideologi Kapitalisme Menurut Ahlinya

Pengertian-Ideologi-Kapitalisme-Menurut-Ahlinya

Kapitalisme merupakan sebuah paham atau ideologi yang meyakini bahwa kepemilikan modal pada seseorang atau sekelompok orang bisa mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya kebebasan individu untuk memiliki sumber daya dan mendapatkan keuntungan.

Penerapan paham kapitalisme dalam sebuah negara membuat intervensi pemerintah sangat minim meskipun masih bisa menerapkan peraturan, seperti dalam hal upah minimum. Karena pemerintah tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan perencanaan produksi.

Dalam hal ini ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya terkait kapitalisme. Dan berikut adalah definisi ideologi kapitalisme menurut para ahli:

1. Adam Smith

Menurut Adam Smith, paham kapitalisme muncul untuk mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik. Karena individu memiliki peran penting dalam memakmurkan suatu bangsa yaitu dengan kepemilikan alat produksi, distribusi maupun pengelolaan keuntungan.

Pemilik modal yang diberi kebebasan dalam bisnis akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya. Karena bisa membuka lapangan pekerjaan dan berimbas pada kemakmuran negara.

2. Karl Marx

Berbeda dari Adam Smith, tokoh yang mengenalkan ideologi komunisme ini menganggap kapitalisme sebagai sistem ekonomi yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan. Yaitu dengan mengorganisir produksi secara sistematis agar bisa meminimalisir biaya produksi.

Dalam hal ini Karl Marx membagi kapitalisme menjadi dua. Yaitu kaum kapitalis atau borjuis yang memiliki alat produksi dan kaum buruh atau proletariat yang tidak memiliki alat dan bahan produksi, maupun ruang kerja.

3. Max Weber

Menurut Max Weber, kapitalisme diciptakan sebagai paham yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan manusia. Sehingga manusia akan rajin bekerja, lebih disiplin dan bisa hidup berhemat.

Hal ini juga dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat pada masa itu yang menganggap bahwa setiap orang memiliki takdirnya masuk surga atau neraka. Sehingga untuk bisa mendapatkan kebaikan harus mencapai kesuksesan dalam bekerja di dunia.

Sejarah Ideologi Kapitalisme

Sejarah-Ideologi-Kapitalisme

Dari segi bahasa, kapitalisme berasal dari kata capital yang artinya adalah modal. Istilah kapitalisme pertama kali muncul pada abad ke-18 di Inggris dan kemudian mulai menyebar ke wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat sebagai bentuk perlawanan pada ajaran gereja.

Paham kapitalisme muncul seiring dengan perkembangan industri kain selama abad ke-16, 17, dan 18 di Inggris. Sementara kapitalisme modern mulai muncul di Eropa, Oseania dan Amerika pada awal abad ke-19.

Paham kapitalisme sendiri pertama kali dikenalkan oleh Adam Smith pada tahun 1776 dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations. Paham kapitalisme mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan pertumbuhan industrialisasi pada abak ke-18.

Meningkatnya permintaan pasar serta kebutuhan untuk menghasilkan uang maupun menggunakan barang hasil industri membuat banyak orang mencari pekerjaan di bidang industri. Para pemilik modal mengendalikan buruh dan mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitas.

Yaitu dengan cara menempatkan para buruh di pabrik-pabrik dan mengenalkan mereka pada sistem kerja menggunakan mesin serta pengorganisasian dalam sistem kerja yang baru. Hubungan antara pemilik modal dengan buruh inilah yang kemudian dikenal dengan istilah kapitalisme.

Ciri-ciri Ideologi Kapitalisme

Adam Smith yang dikenal sebagai pelopor paham kapitalisme pernah mengemukakan bahwa sistem produksi harus bergerak sesuai konsep modal – comodity – money atau MCM. Dan konsep tersebut merupakan siklus tanpa akhir karena uang akan menjadi modal dan terus berputar jika diinvestasikan.

Dalam hal ini Adam Smith juga memandang bahwa sebuah pasar harus memiliki kebebasan atau laissez-faire tanpa intervensi pemerintah. Jika dipelajari lebih lanjut, maka kapitalisme identik dengan beberapa ciri dan karakteristik seperti berikut:

  • Adanya pengakuan terhadap hak pribadi dan kepemilikan modal atau alat produksi oleh perseorangan.
  • Individu bebas dalam menentukan pekerjaannya atau memiliki usaha sendiri.
  • Ciri lain dari ideologi kapitalisme adalah minimnya peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi karena yang menentukan perekonomian adalah mekanisme pasar.
  • Motif utama yang menggerakkan perekonomian semata-mata untuk mencari keuntungan.
  • Manusia dalam paham ini dianggap sebagai homo economicus yaitu individu yang selalu mencari keuntungannya sendiri.
  • Cenderung memiliki paham individualisme yang didasarkan pada hedonisme dan materialisme.

Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Kapitalisme

Seperti ideologi dan pemahaman lainnya, kapitalisme juga tidak luput dari kelebihan dan kekurangan. Diantaranya adalah seperti berikut ini:

Kelebihan Kapitalisme

Meskipun kapitalisme sering dianggap sebagai paham yang merugikan, khususnya para pemodal kecil, mereka yang tidak memiliki modal atau buruh, namun ada beberapa kelebihan yang dimiliki kapitalisme, yaitu:

  • Kompetisi

Paham kapitalisme akan mendorong munculnya kompetisi bisnis sehingga para pemilik modal akan bersaing dalam menghasilkan produk barang dan jasa dengan harga terbaik untuk ditawarkan ke pasar.

  • Inovasi

Adanya persaingan bisnis di pasar bebas akan mendorong setiap pemilik modal untuk melakukan inovasi dalam hal strategi bisnis maupun produk. Sehingga produk yang dihasilkan bisa diterima pasar dengan baik.

  • Harga

Persaingan bisnis yang terjadi di pasar secara tidak langsung akan mempengaruhi persaingan dalam harga jual. Sehingga setiap konsumen berhak menentukan dan memutuskan barang yang akan dibeli dengan uang yang dimilikinya.

  • Efisiensi

Ideologi kapitalis artinya berusaha meningkatkan produktivitas dengan modal yang seminimal mungkin. Hal ini akan membuat pemilik modal untuk bekerja lebih cerdas agar produksinya meningkat dan mendapatkan keuntungan yang maksimal meskipun dengan modal yang minim.

  • Wirausaha

Dengan adanya kebebasan untuk memiliki alat produksi, maka setiap individu akan terdorong untuk menjadi wirausaha atau pengusaha. Dalam hal ini seseorang bebas untuk mengembangkan usahanya sesuai dengan bisnis yang diminati.

Kekurangan Ideologi Kapitalisme

Meskipun ada banyak kelebihan yang ditawarkan paham kapitalisme, namun tetap saja memiliki kekurangan. Diantaranya adalah:

  • Akses Modal yang Terbatas

Adanya kebebasan dalam kepemilikan modal membuat persaingan di pasar bebas cenderung dikuasai oleh kalangan tertentu yang memiliki modal besar. Akibatnya akan muncul persaingan tidak sempurna bahkan yang lebih parah bisa menimbulkan monopoli.

  • Upah yang Rendah

Karena hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal, maka kesejahteraan pekerja akan cenderung diabaikan. Hal ini bisa terlihat dari rendahnya upah pekerja demi menekan biaya produksi.

  • Menimbulkan Kesenjangan

Pelaku kapitalisme sering dinilai gagal dalam mewujudkan kesetaraan sehingga memunculkan kesenjangan ekonomi. Hal ini terjadi karena semua bisnis dimiliki secara pribadi sehingga akan cenderung mewariskannya kepada generasi berikutnya.

  • Eksploitasi Alam Besar-Besaran

Fokus utama pemilik modal dalam menjalankan usahanya adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal sehingga akan mengeksploitasi alam secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan yang akan timbul dalam jangka panjang.

Secara umum ideologi kapitalisme memberikan kebebasan pada individu untuk memiliki alat produksi tanpa mendapatkan banyak intervensi dari pemerintah. Dalam hal ini perekonomian akan lebih ditentukan oleh mekanisme pasar. Agar bisa bersaing, pemilik modal harus pintar dalam berinovasi.

Baca Juga: