jenis-majas

Jenis Majas (Perbandingan, Sindiran, dl) Lengkap dengan Contoh

Majas merupakan salah satu bentuk bahasa figuratif yang sering digunakan dalam karya sastra maupun dalam bahasa sehari-hari. Dimana jenis majas memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan atau membuat tulisan menjadi lebih menarik dan berwarna.

Meskipun begitu, tak banyak orang yang tahu dan bisa membedakan macam-macam majas dan juga penggunaannya. Maka dari itu, pada artikel kali ini kita akan membahas secara lengkap tentang majas, mulai dari pengertian, jenis, beserta contohnya.

Pengertian Majas

Pengertian-Majas

Menurut KBBI daring, majas atau yang juga disebut dengan kiasan merupakan sebuah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain.

Secara sederhana, majas merupakan bahasa kiasan yang digunakan untuk menjelaskan atau membandingkan suatu kalimat agar menarik dan terdengar meyakinkan.

Bagi pegiat sastra, tentu sudah tak asing lagi dengan istilah majas. Pasalnya, majas banyak digunakan dalam pembuatan karya sastra, baik dalam artikel, puisi, cerpen, maupun novel.

Dengan menggunakan majas, tulisan menjadi lebih hidup dan mengena kepada pembaca. Selain itu, kelihaian menggunakan majas juga menunjukkan tingkat intelektualitas dan gaya bahasa dari si penulis.

Fungsi Majas

Fungsi-Majas

1. Memikat Daya Tarik

Penggunaan kiasan tentunya berfungsi untuk menarik perhatian sekaligus memberikan gambaran angan yang jelas dari si penulis. Bahkan kehadiran majas mampu menambah nilai lebih suatu tulisan hingga memberikan ruh pada karya sastra.

Sehingga majas dapat membantu dalam mempengaruhi perasaan, pikiran, atau opini pembaca melalui penggunaan bahasa yang kuat dan persuasif.

2. Membangun Kreativitas Bahasa

Beragam jenis majas bisa digunakan untuk memberikan variasi dan keunikan dalam penggunaan bahasa, sehingga membuat tulisan lebih menarik dan indah. Tentunya hal ini mampu memberikan gaya dan pesona pada karya sastra, retorika, maupun dalam komunikasi sehari-hari.

3. Lebih Kuat dalam Menyampaikan Makna

Tak hanya membangun kreativitas dalam bahasa, kiasan juga dapat digunakan untuk menggambarkan atau mengungkapkan suatu konsep, ide, maupun perasaan secara lebih intens dan menarik.

Sehingga, majas dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam, penggambaran yang lebih hidup, atau perbandingan yang lebih jelas dalam penggunaan bahasa.

4. Meningkatkan Daya Ingat

Penggunaan majas yang kreatif dan berbeda tentu dapat membantu meningkatkan daya ingat  terhadap tulisan. Sebab, setiap keindahan kata yang tertulis dapat memberikan kesan yang unik di dalam benak pembaca. Sehingga, tulisan lebih mudah diingat atau dikenang.

5. Memberikan Variasi Baru dalam Penggunaan Bahasa

Kehadiran majas juga dapat digunakan untuk menghindari penggunaan bahasa yang monoton atau klise, serta memberikan variasi baru dalam penggunaan bahasa dalam karya sastra maupun komunikasi sehari-hari.

Setiap pemilihan diksi mampu memberikan nuansa dan keberagaman dalam penggunaan bahasa, hingga jauh lebih menarik dan menggugah perhatian.

Ragam Jenis Majas dan Contohnya

Setelah mengetahui pengertian majas beserta fungsinya, maka kini sudah saatnya bagi Anda untuk mengetahui macam-macam majas beserta contohnya.

Tak perlu berlama-lama lagi, berikut kami paparkan beberapa macam majas yang wajib Anda ketahui.

Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah sebuah bentuk retorika yang digunakan untuk membuat perbandingan antara dua hal yang berbeda. Terdapat beberapa macam majas perbandingan, yang meliputi:

1. Majas Alegori

Majas alegori merupakan suatu cerita yang menggambarkan hal atau kejadian lain dalam bentuk kiasan. Dimana majas ini kerap digunakan untuk menyampaikan pesan moral atau filosofis yang lebih dalam.

Contohnya:

  • “Merawat seorang anak ibarat memelihara sebuah tanaman. Kala menyiram dan memupuknya dengan baik, maka pertumbuhannya juga akan optimal, hingga bisa berbuah manis.”
  • “Seorang guru bagaikan nahkoda bagi para siswanya. Kala sang nahkoda menuju jalur yang benar, maka kemudi akan lebih menenangkan.”

2. Majas Eufimisme

Jenis majas selanjutnya adalah eufimisme merupakan suatu ungkapan kalimat yang dirasa tabu atau kasar, namun menggunakan kata lain yang dianggap halus atau lebih pantas.

Contohnya:

  • “Beliau telah berpulang ke alam abadi.” (artinya telah meninggal dunia)
  • “Rumahnya tidak cukup terawat.” (artinya rumah tersebut kotor)
  • “Sayangnya, rencana liburan tidak berjalan sesuai harapan.” (artinya rencana tersebut gagal)
  • “Kedai ini tidak terlalu bersih.” (artinya kedai tersebut kotor)

3. Majas Hiperbola

Majas hiperbola merupakan penggambaran suatu objek dengan kalimat atau kata yang melebih-lebihkan hingga cenderung tidak masuk akal. Hal ini bertujuan untuk menekan dan memperkuat ekspresi, supaya menghasilkan gambaran yang kuat dan mengesankan dalam pikiran pembaca.

Contohnya:

  • “Pria itu berlari secepat kilat.” (maksudnya, sangat cepat)
  • “Tasnya berat sekali, seperti menarik gunung!” (maksudnya, sangat berat)
  • “Suaranya bikin pecah gendang telingaku.” (maksudnya, sangat fals)

4. Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan bentuk kiasan yang menjadikan benda mati seakan mempunyai sifat atau tingkah laku seperti manusia.

Contohnya:

  • “Angin berbisik di telingaku.”
  • “Bunga tersenyum di pagi hari.”

(Pada contoh tersebut, “angin” dan “bunga” diberikan sifat manusia seperti “berbisik” dan “tersenyum”, yang sebenarnya tidak mungkin dilakukan oleh objek tersebut)

5. Majas Metafora

Majas metafora adalah penggunaan kata atau frasa yang menggambarkan sesuatu dengan analogi atau perumpamaan.

Contohnya:

  • “Waktu adalah uang.”

(Pada contoh tersebut, uang digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan nilai waktu yang berharga)

Majas Pertentangan

Selain majas perbandingan, terdapat juga majas pertentangan yang merupakan sebuah ungkapan gaya bahasa untuk menjelaskan maksud tertentu dengan menggunakan kalimat yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya.

Di bawah ini merupakan jenis majas pertentangan yakni meliputi:

1. Majas Antitesis

Majas antitesis merupakan penggunaan frasa kata dengan membandingkan antara kata yang berlawanan.

Contohnya:

  • “Cepat atau lambat kebenaran akan segera terungkap.”
  • “Hidup dan Mati hanya Tuhan yang mengetahui pasti.”

2. Majas Anakronisme

Selanjutnya, majas anakronisme menyatakan sebuah penggambaran yang tidak terdapat kesesuaian antara peristiwa dengan waktunya.

Contohnya:

  • “Penggunaan kamera digital di zaman prasejarah.” (padahal pada zaman itu belum terdapat kamera digital)
  • “Ia menyebut diri sebagai raja internet.” (Istilah raja dalam konteks ini tidak relevan dengan teknologi internet)
  • “Di zaman kemerdekaan RI, para petinggi saling menghubungi via sosial media.” (kala itu belum terdapat sosial media)

3. Majas Oksimoron

Oksimoron merupakan jenis majas yang menggabungkan dua kata atau konsep yang bertentangan atau kontradiktif dalam satu ungkapan.

Contohnya:

  • Cahaya kegelapan (kedua kata ini bertentangan, karena “cahaya” menggambarkan suatu yang terang, sementara “kegelapan” menggambarkan suatu yang gelap)
  • Kisah palsu yang nyata (kedua kata ini merupakan konsep yang bertentangan, karena “palsu” menggambarkan sesuatu yang tidak benar, sedangkan “nyata” menggambarkan sesuatu yang faktual)

4. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah penggunaan kalimat atau pernyataan yang bertentangan atau kontradiktif, tetapi mengandung kebenaran atau makna mendalam yang menarik perhatian.

Contohnya:

  • Hidup adalah mati yang panjang, dan mati adalah tidur yang abadi

(Kalimat ini menggunakan paradoks dalam menggambarkan siklus hidup dan kematian, di mana hidup disebut sebagai “mati yang panjang” dan mati disebut sebagai “tidur yang abadi”)

Majas Sindiran

Majas sindiran merupakan penggunaan gaya Bahasa untuk menyampaikan sebuah kritik atau sindiran yang ditujukan kepada seseorang, suatu hal, maupun objek. Jenis sindiran yang disampaikan bisa dalam bentuk halus maupun kasar.

Berikut ini sederet penjelasan tentang jenis majas sindiran dan contohnya yang meliputi:

1. Majas Ironi

Majas Ironi adalah penggunaan kata-kata yang menyiratkan makna yang bertentangan dengan maksud sebenarnya dengan tujuan menyindir.

Contohnya:

  • “Wah, suaramu bagus banget seperti radio rusak.”
  • “Kau sungguh lihai merawat tanaman, lihat saja tumbuhannya pada layu.”
  • “Kamu pandai sekali, sampai-sampai nilai raport merah semua.”

2. Majas Sarkasme

Majas sarkasme biasanya menggunakan kata-kata yang mengandung sindiran atau ejekan halus terhadap seseorang atau sesuatu.

Contohnya:

  • “Kamu pintar banget ya, karena setiap ujian selalu menyontek.” (sindiran ini menyiratkan bahwa orang tersebut tidak pintar, karena menyontek)

3. Majas Satire

Majas satire sendiri merupakan penggunaan sindiran atau ejekan tajam terhadap suatu hal atau orang dengan tujuan menggambarkan ketidaksempurnaan atau kelemahan.

Contohnya:

  • “Pemerintah sangat efisien dalam menangani masalah, terutama dalam memecahkan teka-teki silang.” (Kalimat tersebut mengejek ketidakefisienan pemerintah dalam menangani masalah)

4. Majas Sinisme

Majas sinisme merupakan penggunaan kata-kata atau ekspresi wajah yang menggambarkan sikap skeptis, merendahkan, atau tidak percaya terhadap suatu hal.

Contohnya:

  • “Tentu saja, lagi-lagi rencana hebat ini akan gagal seperti biasanya.” (Sikap sinis terlihat dari ekspresi ketidakpercayaan terhadap rencana tersebut)

Majas Penegasan

Terakhir, terdapat majas penegasan yang merupakan ungkapan gaya Bahasa yang menyatakan suatu hal secara jelas dan lebih tegas. Dimana jenis majas penegasan dibagi menjadi lima klasifikasi yaitu:

1. Majas Retorika

Majas retorika merupakan gaya Bahasa yang pengungkapannya menggunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban, karena biasanya jawaban sudah diketahui oleh umum.

Contohnya:

  • “Memang menurutmu gula itu tidak manis?”
  • “Siapa yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya?”
  • “Siapa yang tidak ingin punya banyak harta dalam hidupnya?”

2. Majas Paralelisme

Majas paralelisme adalah penggunaan susunan kata atau kalimat yang sejajar atau seimbang dalam struktur atau arti.

Contohnya:

  • “Ia pandai bermain musik gitar, piano, dan drum.”
  • “Wanita itu cantik, pintar, dan terkenal di seluruh dunia.”
  • “Ia hadir membawa senyum, cinta, dan harapan.”

3. Majas Pleonasme

Jenis majas berikutnya adalah pleonasme yang menggunakan kata-kata yang berlebihan yakni dengan menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas.

Contohnya:

  • “Andi naik ke atas bangunan tersebut.”
  • “Dika ikut serta dalam rapat OSIS.”

(Kata “atas” dan “serta” pada contoh tersebut adalah pleonasme karena maknanya sudah tersirat dalam kata-kata sebelumnya)

4. Majas Klimaks

Majas klimaks adalah penggunaan tata urutan kata atau kalimat yang berjenjang dengan mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah hingga tinggi.

Contohnya:

  • “Dia hebat, pintar, dan luar biasa.”

(Kata “hebat”, “pintar”, dan “luar biasa” meningkat dalam intensitas, mencapai puncaknya pada “luar biasa”)

5. Majas Antiklimaks

Berkebalikan dengan sebelumnya, majas antiklimaks menggunakan tata urutan kata dari tingkatan tinggi ke rendah.

Contohnya:

  • “Acara di gedung kesenian dihadiri oleh bupati, camat, dan kepala desa.”

(Tingkat kedudukan kata menurun dari tingkatan paling atas “bupati” hingga berakhir di “kepala desa”)

Mengetahui berbagai jenis majas dan bagaimana penggunaannya dalam berbagai konteks dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasa dan menikmati keindahan bahasa itu sendiri.

Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan yang bermanfaat dalam memahami dan mengenal lebih jauh tentang majas dalam karya sastra dan Bahasa Indonesia.

Baca Juga: