Latar-Belakang-Peristiwa-Rengasdengklok-dan-kronologinya

3 Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok dan Kronologinya

Latar belakang peristiwa Rengasdengklok tak bisa lepas dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini menandai dimulainya detik – detik kemerdekaan Indonesia pasca Jepang kalah dari pasukan sekutu dalam perang Asia Timur Raya.

Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta ke wilayah Rengasdengklok, sebuah wilayah di daerah Karawang, Jawa Barat. Bagaimana penculikan tersebut bisa terjadi dan apa tujuan dilakukannya?

Apa Itu Peristiwa Rengasdengklok?

Apa-Itu-Peristiwa-Rengasdengklok

Seperti yang telah di singgung sebelumnya, peristiwa Rengasdengklok merupakan penculikan Soekarno dan Hatta oleh Golongan Muda. Kedua tokoh proklamasi tersebut di culik dari Jakarta menuju daerah bernama Rengasdengklok, sebuah kota kecil di Karawang.

Penculikan ini tidak berfrasa negatif, penculikan dilakukan dengan membawa Soekarno beserta keluarganya dan Moh Hatta. Pihak Golongan Muda yang menculik Soekarno – Hatta adalah Chaerul Saleh, Wikana dan juga Sukarni.

Lengkap, Ini Dia Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Latar-Belakang-Peristiwa-Rengasdengklok

Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus 1945, namun sebelum terjadinya peristiwa tersebut, latar belakang dan faktor ini menjadi penyebab adanya penculikan Soekarno – Hatta.

1. Kalahnya Jepang pada Sekutu

Pada 14 Agustus 1945, Kaisor Hirohito mengumumkan bahwa Jepang sudah menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yakni Amerika Serikat. Jepang mengumumkan setelah Hiroshima dan Nagasaki jatuhi bom atom oleh Amerika Serikat.

2. Keinginan Golongan Muda agar Proklamasi Kemerdekaan di Percepat

Mendengar kekalahan Jepang, Chaerul Saleh, salah satu tokoh Golongan Muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, berdiskusi dengan Golongan Muda lainnya. Dalam rapat yang dilangsungkan, mereka sepakat untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan.

Tak hanya itu, Golongan Muda juga mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamirkan Indonesia sebagai negara yang merdeka. Harapan Golongan Muda, kemerdekaan Indonesia sudah terjadi paling lambat 16 Agustus 1945.

3. Perbedaan Pendapat antara Golongan Muda dan Tua

Latar belakang peristiwa Rengasdengklok selanjutnya adalah adanya perbedaan pendapat antara Golongan Muda dan Tua mengenai kemerdekaan Indonesia. Golongan Muda ingin kemerdekaan Indonesia diraih sendiri, tanpa bantuan Jepang atau Sekutu.

Sedangkan Golongan Tua berpenedapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dipersiapkan dan di rapatkan dulu dengan PPKI. Golongan Muda menolak pendapat tersebut, sebab menurut mereka PPKI merupakan organisasi bentuk Jepang.

Tujuan Penculikan Soekarno & Hatta di Rengasdengklok

Setelah mengetahui latar belakang peristiwa Rengasdengklok, maka harus diketahui pula apa sebenarnya tujuan dari peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta ini. Saat itu Golongan Tua yang diwakili oleh Soekarno, Hatta, Soebarjo dan Sudiro menganggap kemerdekaan Indonesia tak bisa di percepat.

Alasannya karena kemerdekaan yang dilakukan secara tergesa-gesa rentan dengan peristiwa berdarah. Mengingat saat itu banyak prajurit Jepang yang masih tertinggal di Indonesia walaupun Jepang telah kalah dalam perang melawan sekutu.

Karena tak puas dengan jawaban Golongan Tua, akhirnya Golongan Muda berinisiatif menculik Soekarno dan Hatta. Penculikan tersebut dimaksudkan agar Soekarno dan Hatta jauh dari pengaruh Jepang.

Jadi tujuan peristiwa Rengasdengklok adalah menjauhkan Soekarno dan Hatta sebagai perwakilan dari Golongan Tua dari pengaruh Jepang. Menurut Golongan Muda, jika Soekarno dan Hatta tetap di Jakarta, kemerdekaan Indonesia tidak akan terjadi.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok

1. Rapat Golongan Muda

Setelah mendengar kekalahan Jepang dari Sekutu, Chaerul Saleh dan Tan Malaka membicarakan percepatan proklamasi kemerdekaan. Saat itu Soekarno, Hatta dan Radjiman baru saja kembali dari Dalat, Vietnam, setelah bertemu dengan Panglima Jepang.

Panglima Jepang ini membawahi kawasan Asia Tenggara dan mengatakan bahwa Jepang telah menyerah pada Sekutu. Syahrir yang juga termasuk Golongan Muda kemudian mendatangi Soekarno dan mengatakan hasil rapat Golongan Muda yang ingin kemerdekaan Indonesia di percepat.

Soekarno dan Hatta yang mendengarnya mengatakan bahwa keinginan Golongan Muda akan dibahas terlebih dahulu dengan anggota PPKI. Tapi karena di desak oleh Syahrir, Soekarno berjanji akan melakukan proklamasi kemerdekaan pada 15 Agustus 1945.

2. Rencana Penculikan untuk Soekarno – Hatta

Pada 15 Agustus 1945, janji yang Soekarno ucapkan ternyata tak terwujud. Ini membuat Golongan Muda menjadi marah dan menganggap Soekarno tak serius untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Karena Soekarno tak kunjung memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, hal tersebut menjadi penyebab latar belakang peristiwa Rengasdengklok. Selanjutnya di jam 10 malam, di kediaman Soekarno, terjadi perdebatan sengit antara Soekarno dan Golongan Muda mengenai proklamasi kemerdekaan.

Wikana yang termasuk Golongan Muda bahkan mengancam Soekarno. Wikana mengatakan jika Soekarno tak mengumumkan kemerdekaan saat itu juga, maka kemungkinan besar esok hari akan ada pertumpahan darah.

Soekarno yang mendengarnya tetap bersikeras bahwa kemerdekaan Indonesia tak bisa di putuskan sendiri. Soekarno harus berunding dengan Golongan Tua lainnya untuk menentukan langkah yang tepat. Mendengar jawaban Soekarno, Golongan Muda kemudian sepakat untuk menculik Soekarno dan Hatta.

3. Penculikan Soekarno Hatta Dilakukan

Pada pukul 3 dini hari, Soekarno dan Hatta di jemput paksa oleh sekelompok pemuda dan di bawa ke Rengasdengklok. Tokoh peristiwa Rengasdengklok antara lai Syahrir, Wikana, Sukarni dan juga Chaerul Saleh.

Tempat yang Soekarno tempati di Rengasdengklok adalah rumah milik seorang petani keturunan Tionghoa, Djiaw Kie Song. Rumah tersebut juga menjadi markas PETA Purwakarta, saat itu PETA Purwakarta cukup dekat dengan PETA cabang Jakarta.

Rengasdengklok dipilih untuk menculik Soekarno dan Hatta karena jauh dari bu kota dan bebas dari pengaruh Jepang. Ketika berada di lokasi ini, akhirnya Soekarno dan Hatta menyetujui akan melakukan proklamasi kemerdekaan Indonesia secepat mungkin.

4. Achmad Soebarjo Datang ke Rengasdengklok

Karena perdebatan antara Golongan Tua dan Muda makin memanas, Achmad Soebarjo berinisiatif untuk datang ke Rengasdengklok untuk menjadi penengah. Dengan negoisasi yang dilakukan Achmad Soebarjo, akhirnya Soekarno dan Hatta setuju melakukan percepatan proklamasi kemerdekaan.

Setelah akhirnya sepakat, Soekarno, Hatta dan Achmad Soebarjo, sekaligus Golongan Muda lainnya berangkat kembali ke Jakarta. Proklamasi rencananya akan dilakukan pada keesokan harinya, 17 Agustus 1945 di kediaman Soekarno.

5. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Di Jakarta, Soekarno dan Hatta membuat teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Ada 3 orang yang menyusun teks proklamasi tersebut, yakni Soekarno, Achmad Soebarjo dan Hatta. Setelah teks proklamasi dibuat, Sukarni yang juga hadir disana menyarankan agar teks proklamasi di tanda tangani.

Semua pihak yang hadir setuju bahwa Soekarno dan Hatta adalah orang yang berhak menanda tangani teks proklamasi tersebut. Sayuti Melik juga mengetiknya agar teks proklamasi lebih mudah dibaca dan resmi ketika nantinya di bacakan.

Akhirnya pada pukul 10 pagi di tanggal 17 Agustsu 1945, proklamasi Indonesia di umumkan. Dalam peristiwa yang khidmat tersebut, ada pula sambutan singkat dari Walikota Jakarta dan perwakilan pemuda. Di upacara proklamasi tersebut, ada pula pengibaran bendera merah putih yang di kibarkan oleh Suhud dan Latif Hendranigrat.

Demikianlah latar belakang peristiwa Rengasdengklok dan bagaimana kronologinya. Adanya peristiwa Rengasdengklok menjadi bukti bahwa kemerdekaan Indonesia tak berlangsung hanya dalam satu malam saja, melainkan dengan perjuangan yang panjang.

Baca Juga: