niat-sholat-ashar

Niat Sholat Ashar Makmum, Imam (Arab, Latin & Terjemahan)

Balitteknologikaret.co.id – Shalat Ashar merupakan bagian dari shalat fardhu yang wajib dikerjakan setiap hari. Sah atau tidaknya shalat tersebut salah satunya ditentukan dengan niat sholat ashar yang dibaca atau tidak. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Perintah melaksanakan shalat tersebut secara jelas sudah ada di dalam Al Quran, salah satunya pada Surat An-Nisa ayat 103. Dimana dijelaskan bahwa shalat itu merupakan kewajiban dan waktunya sudah ditentukan untuk orang beriman, termasuk shalat Ashar.

Sholat Ashar

Karakteristik-Sholat-Ashar

Kalau dihitung dari pagi hari, shalat Ashar merupakan shalat wajib ketiga yang dilakukan dalam satu hari. ada beberapa karakteristik pelaksanaan shalat tersebut yang juga sudah dijabarkan dalam Al Quran dan hadits shahih.

1. Waktu Pelaksanaan

Waktu untuk melaksanakan shalat ini adalah dimulai ketika bayangan suatu benda yang terlihat sama tinggi dengan tinggi asli benda tersebut. kemudian diakhiri menjelang matahari akan terbenam.

2. Jumlah Rakaat

Shalat Ashar dilaksanakan sebanyak empat rakaat, sama seperti shalat Zhuhur. Jumlah rakaat ini sudah wajib dilaksanakan sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini

Niat Sholat Ashar untuk Imam

Kumpulan-Niat-Sholat-Ashar

Ada perbedaan niat sholat Ashar yang dibaca ketika menjadi seorang imam di masjid maupun tempat lain yang suci. Bacaannya adalah:

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblaati ada’an imaaman lillahi ta’aalaa.

Artinya yaitu: Sengaja aku berniat shalat fardhu ashar sebanyak empat rakaat menghadap kiblat dan menjadi imam karena Allah.

Niat Sholat Ashar untuk Makmum

Sedangkan jika Anda menjadi makmum, maka akan beda pula niat yang dibaca. Namun intinya sama-sama yaitu melaksanakan shalat fardhu karena Allah. Adapun niat untuk makmum ketika shalat Ashar adalah:

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli fardhak ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati ada’an ma’muuman lillahi ta’aalaa.

Artinya adalah: Sengaja aku shalat fardu ashar empat rakaat, menghadap kiblat dan menjadi makmum karena Allah.

Niat Sholat Ashar Jika Dikerjakan Sendiri

Jika Anda mengerjakan shalat Ashar sendiri di rumah, maka niat yang dibaca adalah:

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.

Artinya yaitu: Sengaja aku berniat shalat fardu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah.

Keutamaan Sholat Ashar

Keutamaan-Shalat-Ashar

Sama halnya dengan shalat wajib lainnya, melaksanakan shalat Ashar memiliki keutamaan yang luar biasa. Diantaranya adalah:

1. Mendapatkan Pahala

Melaksanakan shalat fardhu memiliki keutamaan yang lebih besar jika dibandingkan dengan ibadah lainnya. Tentunya pahala yang akan didapatkan juga lebih maksimal, sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Surat Al-Ankabut ayat 45.

Di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW untuk shalat. Shalat merupakan ibadah untuk mencegah manusia melakukan perbuatan yang dibenci Allah, shalat merupakan cara mengingat Allah dengan keutamaan yang lebih besar.

2. Terhindar dari Api Neraka

Melaksanakan ibadah wajib merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, setelah dekat maka pastinya manusia akan melakukan semua perintahNya. Alhasil, kemungkinan untuk masuk neraka menjadi lebih kecil.

Alasan utamanya karena semua kegiatan dan perbuatan yang dilakukan manusia bermuara pada perintah Allah dan menjauhi nya.

3. Merupakan Bagian Shalat Wustha

Shalat Ashar merupakan salah satu shalat wustha, dimana Allah SWT selalu meminta manusia untuk menjaga dan benar-benar melaksanakannya dengan khusyuk. Tidak salah jika diwajibkan  melaksanakan shalat ashar sesuai rukunnya.

Seperti dijelaskan di dalam Surat Al-Baqarah ayat 238, yang menjabarkan bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga shalat fardhu dan shalat wustha. Lakukan shalat tersebut dengan cara yang khusyuk.

4. Mendapat Banyak Kemuliaan

Banyak kemuliaan yang didapatkan ketika melaksanakan shalat lima waktu termasuk shalat Ashar. Diantaranya adalah badan menjadi lebih sehat, wajah lebih berseri dan memancarkan kepribadian orang yang saleh, pastinya dicintai oleh Allah SWT.

5. Merupakan Bagian Wasiat Rasulullah SAW

Di dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari dijelaskan bahwa, Rasulullah SAW pernah berwasiat saat duduk bersama para sahabat. Jarir bin Abdullah mengatakan jangan keberatan untuk melaksanakan shalat sebelum matahari terbit yaitu shalat Subuh dan sebelum matahari terbenam yaitu shalat Ashar.

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk bertasbih dan dzikir pada dua waktu shalat fardhu tersebut.

Tentunya dengan melakukan apa yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW, akan memberikan tambahan pahala bagi umat muslim yang menjalankannya.

6. Membedakan Muslim dengan Munafik

Ketika umat Islam menjalankan shalat fardhu tepat waktu, maka hal itu merupakan pembeda antara muslim dan munafik.

Seperti dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, tentang bagaimana orang munafik melaksanakan shalat Ashar. Yaitu menjelang matahari terbenam dalam waktu singkat dan hanya berdzikir singkat, atau malah tidak melakukan dzikir sama sekali.

Syarat Sah Melaksanakan Sholat Ashar

Syarat-Sah-Melaksanakan-Shalat-Ashar

Untuk bisa sah melaksanakan shalat Ashar begitu juga shalat wajib dan sunnah lainnya, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka artinya shalat yang dilakukan tersebut tidak akan sah.

1. Suci dari Hadas

Syarat yang pertama adalah memastikan diri suci dari berbagai jenis hadas, baik itu hadas kecil yang bisa dibersihkan dengan air mengalir maupun berbagai jenis hadas besar. Tentunya wajib dibersihkan sesuai dengan jenis hadas besar tersebut.

Misalnya untuk hadas besar yaitu haid atau nifas pada wanita, disucikan dengan melaksanakan mandi wajib. Atau hadas besar berupa terkena ludah anjing yang perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan pasir dan air, hingga benar-benar suci kembali.

2. Suci Badan hingga Lokasi Shalat

Bukan saja badan yang suci dari hadas tapi juga harus bersih, oleh karena itu disarankan untuk mandi dan bersuci sebelum shalat salah satunya dengan memastikan berwudhu. Kemudian suci pula pakaian yang digunakan saat melaksanakan shalat.

Untuk para pekerja di lapangan yang bajunya sangat kotor, tentu harus menggantinya terlebih dahulu dengan baju bersih. Begitu juga dengan lokasi shalat, jika memang tidak dapat dilakukan di masjid atau mushalla setidaknya Anda harus memastikan lokasi shalat tersebut sudah suci dari najis.

3. Aurat Tertutup

Memastikan semua aurat tertutup sebelum menjalankan shalat, untuk itulah wanita menggunakan mukena saat melaksanakan shalat. Bagian yang boleh terbuka hanya wajah dan telapak tangan saja, sedangkan bagian lain tertutup.

Kemudian untuk pria memakai kain sarung dan baju yang bersih menutup aurat mereka, yaitu menutupi bagian pusar sampai dengan lutut. Namun memang lebih disarankan untuk memakai baju tertutup dan kain sarung yang bersih.

4. Sudah Waktunya Shalat

Melaksanakan shalat harus sesuai dengan jadwal masing-masing shalat tersebut. Untuk shalat Ashar tentu dilaksanakan setelah adzan shalat Ashar selesai, jangan lupa membaca niat sholat Ashar sebelum lanjut pada tata cara shalat sampai selesai.

5. Pastikan Menghadap Kiblat

Jangan lupa untuk memastikan shalat menghadap kiblat, karena jika tidak maka shalat tidak akan sah.

Apakah Anda sudah paham tentang bacaan niat sholat Ashar dan berbagai hal seputar salah satu shalat fardhu tersebut? Jika sudah, jangan lupa untuk menerapkannya semaksimal mungkin supaya bisa mendapatkan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Baca Juga: