Tata-Cara-Mandi-Wajib

Tata Cara Mandi Wajib ‘Cepat Sah’ Bagi Laki dan Perempuan

Tata Cara Mandi Wajib – Mandi wajib adalah salah satu cara bersuci untuk mebersihkan hadas besar, meskipun sebenarnya ada cara lain untuk menghilangkan hadas besar yakni dengan tayamum.

Akan tetapi dengan mandi bisa dilaksanakan dengan lebih efektif, karena jika membersihkannya dengan tayamum harus ada syarat tertentu seperti tidak ditemukannya air.

Adapun beberapa hal yang menjadi kewajiban untuk melaksanakan mandi adalah seperti setelah melakukan hubungan suami istri, keluar air mani, baik karena mimpi basah atau disengaja. Selain itu juga bagi seorang wanita yakni setelah haidh, setelah melahirkan atau wiladah atau nifas.

Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Menurut Islam

Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Menurut Islam

Yang perlu dipahami terkait mandi wajib ini adalah tata caranya, karena tidak sama pelaksanaannya dengan mandi umum atau mandi adat. Fatalnya jika cara mandi wajib tersebut salah tidak sesuai syariat maka semua ibadah yang memiliki syarat suci dari hadas.

Ibadah tersebut tidak sah bahkan bisa mendatangkan dosa yang berkepanjangan sehingga sangat penting mengetahui tentang tata cara mandi wajib yang benar sesuai syariat islam.

Banyak yang mengira bahwa mandi wajib itu sulit namun sedikit yang mau mempelajarinya dengan benar, padahal setiap ummat islam tentu akan menemui wajibnya mandi.

Dalam artikel ini penulis akan menjelaskan secara menyeluruh terkait tatacara mandi wajib dengan benar menurut syariat islam.

Tata Cara Mandi Wajib Pria Setelah Berhubungan

Tata cara mandi wajib laki-laki dengan wanita ada sedikit perbedaan seperti halnya yang telah dijelaskan dalam hadis riwayat Tirmizi. Cara mandi wajib lelaki yakni menyela-nyela pangkal rambut akan tetapi bagi wanita tidak demikian.

Rosulullah SAW bersabda :

“An Aisyah radhiyallahu anhuma qaalat, kaana Rasulullahi idza igtasala minal-janaabati, yabda-u fayaghsilu yadaihi, tsumma yufrighu biyaminihi ala syimalihi, fayaghsilu farjahu, tsumma yatawaddha-u, tsumma ya’khudzu al-maa-a fayudkhilu ashabi’ahu fi ushuli as-sya’ri, tsumma hafana ala ra’sihi tsalatsa hafanaatin, tsumma afaadha ala saa-iri jasadihi, tsumma ghasala rijlaihi,”.

Artinya :

“Aisyah RA berkata: ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan; mencuci kedua tangannya, kemudian beliau menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwudhu seperti wudhu-nya orang shalat, kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah maka beliau menyirami kepalanya tiga kali, kemudian beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air, dan kemudian di akhir beliau mencuci kakinya,”.

Simak uraian dibawah ini :

  • Niat
  • Mencuci kedua tangan menghilangkan kotoran dan najis yang menempel pada kulit tangan
  • Kemudian dilanjutkan menyiramkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
  • Setelah itu mencuci kemaluan
  • Kemudian dilanjutkan dengan berwudhu seperti wudhu nya orang yang akan melaksanakan shalat
  • Setelah itu ambil air lalu masukkan jari-jari tangannya ke sela-sela rambut
  • Jika sudah yakin semua kulit kepalanya telah basah maka dilanjutkan dengan menyiram kepala tiga kali
  • Kemudian membersihkan seluruh tubuh dengan air yang suci dan mensucikan
  • Terakhir yakni mencuci kaki

Tata cara mandi wajib diatas bisa juga dipakai atau dipraktikkan untuk seorang laki-laki setelah berhubungan badan. Keterangan tata cara mandi wajib tersebut merujuk dari hadis nabi yang telah ditulis diatas.

Tata Cara Mandi Wajib Perempuan Setelah Haid Yang Benar

Tata Cara Mandi Wajib Perempuan Setelah Haid Yang Benar

Berbeda dengan tata cara mandi wajib untuk perempuan selain tidak perlu menyela-nyela rambut ia juga tidak perlu membuka jalinan rambutnya.

Hal ini sesuai dengan hadis yang pernah ditanyakan oleh Ummu salamah kepada Rosulullah SAW. Kemudian Rosul menjawab dalam hadisnya :

Artinya :

“Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Aku berkata, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran.” (HR. Muslim).

Adapun tatacaranya adalah sperti dibawah ini :

  • Niat
  • Membersihkan kedua tangan dengan menyela jari-jarinya
  • Membasuh kedua tangan mulai dari tangan kiri dilanjutkan tangan kanan
  • Membaersihkan najis atau kotoran pada kemaluan
  • Sunnah dilanjutkan dengan wudhu
  • Tidak diharuskan menyela-nyela rambut kepala
  • Bahkan tidak perlu menguraikan rambut jika memang menyulitkan
  • Setelah itu menyiramkan air pada kepala hingga tiga kali
  • Kemudian bersihkan seluruh badan dengan air yang bersih dan suci
  • Membasuk kedua kaki

Begitu juga dengan penjelasan tata cara mandi wajib perempuan yakni merujuk dari hadis yang diatas.

Tata Cara Mandi Wajib Yang Cepat Sah

Selain tata cara mandi wajib yang penulis sampaikan diatas sebenarnya ada tata cara mandi wajib yang sangat simpel dan mudah dipraktikkan. Karena jika dilihat dari syarat mandi wajib hanya ada dua pertama Niat dan yang kedua meratakan air keseluruh tubuh.

Adapun tata cara mandi wajib yang cepat sah adalah seperti dibawah ini :

Niat

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya :

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Meratakan air keseluruh tubuh dengan cara sebagai berikut

  • Siramkan air dari atas kepala sebanyak tiga kali
  • Kemudian siramkan air pada bahu kanan tiga kali
  • Setelah lakukan hal yang sama pada bahu yang kiri
  • Terahir ratakan air keseluruh tubuh menggunakan kedua telapak tangan yang suci

Etika Mandi Wajib

Melaksanakan mandi wajib tidak seperti mandi adat atau umumnya mandi biasa, dalam pelaksanaannya ada etika yang perlu diterapkan. Karena mandi wajib adalah ibadah yang diniatkan karena Allah SWT suka atau tidak maka etika mabndi wajib sebaiknya diterapkan.

Adapun etika pada saat mandi wajib adalah seperti dibawah ini :

  • Berwudhu terlebih dahulu
  • Membaca doa sebelum masuk kamar mandi
  • Upayakan untuk memakai basahan atau penutup aurat “Meskipun mandi tersebut sendirian”
  • Memakai sandal atau alas kaki
  • Tidak menyentuh kemaluan saat mandi jika tidak sengaja dimaafkan
  • Setelah selelsai mandi wajib sunnah membaca doa

Doa Setelah Mandi Wajib

Doa yang dibaca setelah melaksanakan mandi wajib merupakan sunnah akan tetapi hal tersebut masuk dalam etika mandi wajib. Sehingga sangat baik sekali jika doa setelah mandi wajib dibaca.

Adapun bacaan doa setelah mandi wajib adalah seperti dibawah ini :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

Artinya :

“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Mahasuci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

Baca Juga :