virus paling berbahaya 2023

Pengertian Ransomware Adalah, Ini 6 Virus Paling Berbahaya 2023

Balitteknologikaret.co.id – BSI atau Bank Syariah Indonesia tengah terkena serangan siber yang membuat BSI Mobile Banking mengalami error. Dugaan mengarah BSI terkena serangan ransomware. Simak pengertian ramsomware adalah dan apa saja virus paling berbahaya 2023.

virus paling berbahaya 2023

Secara umum, ramsomware adalah jenis perangkat lunak yang berbahaya atau malware, yang dirancang guna untuk memblokir akses ke file. Dan pelakunya akan meminta uang tebusan untuk memulihkan akun atau situs.

Kini malware berevolusi seiring dengan majunya perkembangan teknologi. Efek dari malware ini membuat seseorang atau perusahaan kehilangan identitas hingga uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Pelaku cybercriminal akan mencuri data kartu kredit, emai dan password pribadi, catatan kesehatan, identitas pribadi, hingga bisa menambang bitcoin dan lainnya. Meski begitu, ada pula malware yang diciptakan untuk menguji keamanan suatu perangkat, senjata perang antarpemerintah, dan protes.

Pengguna diminta untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban dari penjahat siber. Selain ransomware, Balitteknologi akan memberikan ulasan mengenai beberapa virus paling berbahaya 2023 yang digunakan oleh cybercriminal.

Ransomware Adalah dan Virus Paling Berbahaya 2023

Clop Ransomware

Ilustrasi malware

Malware ini akan mengenkripsi file pengguna, dan peretas akan meminta tebusan uang kepada korban. Clop Ransomware adalah malware jenis terbaru dan dinilai paling berbahaya, masuk ke dalam varian ‘CryptoMix’. Biasanya akan menargetkan para pengguna Windows.

Clop Ransomware akan memblokir lebih 600 dalam pemrosesan Windows sebelum memulai proses enkripsi. Selain itu, Clop akan menonaktifkan apliksi perlindungan, contohnya adalah Microsoft Secutiy Essentials dan Windows Defender. Sehingga membuat korban tak memiliki kesempatan untuk melindungi data.

Clop Ransomware lebih menargetkan jaringan besar contohnya perusahaan, tak hanya perangkat individu. Salah satu korbannya adalah Universitas Maastricht. Di mana hampir seluruh perangkat Windows di universitas tersebut dienkripsi dan diperas habis-habisan oleh pelaku.

Hidden Ransomware

Waspada jika menemukan email yang selalu meminta untuk meng-install pembaruan system operasi pada Windows. Hal ini bisa jadi dilakukan oleh Hidden Ransomware yang telah menyelipkan file virus untuk samara.

Jika pengguna mengikuti instruksi, maka malware ini dapat mengenskripsi seluruh file dan akan meminta tebusan agar bisa membuka enkripsi tersebut. Namun, kebanyakan software antivirus dan penyedia email tidak bisa mendeteksi email yang dikirim oleh Hidden Ransomware.

News Malware

Saat ini, cybercriminal biasanya memanfaatkan berita-berita yang sedang populer dan banyak dibaca. Pelaku peretas akan menyisipkan malware dalam berita tersebut, yang membuat pembaca dengan mudah untuk menjadi korban.

Contohnya adalah kasus Covid-19 yang banyak dimanfaatkan oleh para peretas. Peretas menargetkan individu, di mana saat pembaca mengklik berita terkait Covid-19 yang tak sadar jika berita itu telah disematkan malware.

Hal ini akan membuat seluruh data di perangkay dicuri. Peneliti menemukan kejahatan siber ini di Jepang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengklik berita lewat sumber yang terpercaya.

Fleeceware

ilustrasi peretas

Modusnya dengan menyerang pengguna HP. Saat menginstall aplikasi dengan menggunakan Fleeceware, maka uang pengguna akan dikuras terus-terusan, bahkan ketika aplikasi telah terhapus dari HP.

Peneli disebut telah menemukan lebih dari 600 juta pengguna Android yang sudah menginstall Fleeceware sepanjang tahun lalu. Praktik ini ternyata telah sangat umum dilakukan oleh pengembang aplikasi, yang memang dengan sengaja meraup uang dari penggunanya.

IoT Device

IoT atau Internet of Things makin populer di tahun 2023, banyaknya bermunculan smart speaker dan bel pintu menggunakan video. Peretas pun ternyata banyak yang memanfaatkan kecanggihan alat smat tersebut.

Terlebih, perangkat IoT kebanyakan tidak mempunyai kapasitas penyimpanan yang besar dan keamanan yang mumpuni. Alhasil, peretas pun bisa dengan mudah melacak username dan kata sandi pengguna guna mencuri informasi yang bernilai, salah satunya akun bank.

Selain itu, peretas juga memanfaatkan mic dan kamera di perangkat IoT untuk memata-matai pengguna. Bahkan melakukan komunikasi dengan anak-anak lewat monitor bayi. Perangkat IoT yang ada di perkantoran juga dimanfaatkan untuk meretas keseluruhan system.

Alhasil, malware dapat dengan mudah diselipkan ke perangkat di dalam jaringan kantor.

Zeus Gameover

Virus ini masih masuk ke dalam keluarga malware ‘Zeus’. Metodenya sama seperti Trojan, yaitu malware yang menyamar sesuatu yang kredibel. Malware ini dapat mengakses akun bank dan mencuri seluruh saldo korban.

Bahayanya, malware ini tidak membutuhkan control tersentralisasi dalam menyelesaikan transaksi, yang merupakan kelemahan dari malware lain. Virus ini dapat mengelabui server dan membuat server untuk mengirimkan informasi sensitive. Dan membuat korbannya tidak sadar usai dicuri sebab tak ada rekam jejak transaksi.

Demikian penjelasan mengenai pengerian ransomware adalah dan beberapa virus berbahaya 2023. Semoga membantu, ya.

Referensi : https://npcindonesia.id

 Baca Juga: