Author: Abi Hasyim

  • Doa Nabi Ismail Dalam Al-Qur’an Agar Allah Terima Amalnya

    Doa Nabi Ismail Dalam Al-Qur’an Agar Allah Terima Amalnya

    Doa Nabi Ismail – Nabi Ismail adalah salah satu nabi dari 25 nama nabi da Rosul yang wajib diimani oleh ummat muslim. Beliau adalah putra dari Nabi Ibrahim As dan Siti Hajar. Nabi Ismail juga merupakan sebagai nabi dan rasul yang diberi wahyu oleh Allah SWT dan memiliki tugas untuk menyampaikan ajaran-Nya kepada umat manusia.

    Menurut sejarah, Nabi Ismail dianggap sebagai bapak dari suku Arab dan keturunan yang dijanjikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ismail sangat dimuliakan ummat islam yakni sebagai salah satu nabi yang memiliki tempat penting dalam sejarah dan ajaran agama Islam.

    Seperti para nabi dan rasul lainnya, Nabi Ismail juga memiliki doa-doa yang tercatat dalam kitab suci Al-Quran dan sampai saat ini masih populer dikalangan ummat muslim untuk dijadikan amalan.

    Selengkapnya terkait beragam doa nabi Ismail As hanya dapat disimak diartikel balitteknologikaret.co.id.

    Beberapa Doa Nabi Ismail Yang Populer Dikalangan Ummat Islam

    Beberapa Doa Nabi Ismail Yang Populer Dikalangan Ummat Islam

    Setiap nabi dan rasul dalam agama Islam memiliki doa-doa yang tercatat dalam kitab suci Al-Quran dan sumber-sumber keagamaan lainnya. Doa-doa tersebut merupakan ungkapan dari kerendahan hati, permohonan dan kebutuhan dalam menjalankan dakwah atas izin dan perintah Allah SWT.

    Tidak ubahnya seperti Nabi Ismail As tentunya memiliki doa yang kerap kali dibaca bahkan termaktub di dalam Al-Qur’an, hingga saat ini doa tersebut masih di dawamkan oleh sebagian ummat islam.

    Doa Nabi Ismail Ketika Akan Disembelih

    Dalam sejarah Islam diceritakan bahwa ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Keduanya sama-sama berserah diri kepada kehendak Allah dan mendoakan agar kehendak-Nya terlaksana.

    Nabi Ibrahim, yang sangat taat dan patuh kepada perintah Allah, mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan perintah tersebut. Nabi Ismail juga bersedia untuk dipersembahkan sebagai kurban dan tidak mengeluh atau menolak perintah tersebut.

    Namun, ketika Nabi Ibrahim bersiap untuk menyembelih Nabi Ismail, Allah SWT mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba yang dijadikan kurban pengganti.

    Adapun bacaan doa Nabi Ismail ketika akan disembelih adalah seperti dibawah ini :

    سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

    Artinya :

    Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sobar

    Doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran surat As-Saffat Ayat 102, Allah SWT berfirman :

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ( الصّٰۤفّٰت : ١٠٢)

    Artinya :

    Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. As-Saffat ayat 102)

    Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur’an Agar Amalannya Diterima

    Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur'an Agar Amalannya Diterima

    Salah satu cara agar doa seorang hamba mudah diterima Allah SWT adalah dengan menghadirkan rasa Khauf dan Raja’ (rasa Takut dan Harap).

    Bahkan dalam islam menghadirkan rasa takut dan harap pada saat berdoa sangat dianjurkan. Karena kedua hal tersebut dapat memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah seseorang.

    Rasa takut atau khauf dalam berdoa mencerminkan rasa takut dan pengakuan atas keagungan, kebesaran, dan kekuasaan Allah SWT. Hal ini dapat memperkuat iman seseorang, serta memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT.

    Dalam hal ini, seorang muslim menyadari bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu, sehingga ia harus berusaha menjalankan perintah-Nya dengan sepenuh hati dan menghindari segala sesuatu yang dapat membuat Allah SWT murka.

    Sementara itu, rasa harap atau raja’ dalam berdoa mencerminkan keyakinan seseorang atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Dalam hal ini, seorang muslim menyadari bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup ini.

    Seorang muslim berharap kepada Allah SWT agar doa-doa dan usahanya diterima, serta dijauhkan dari segala sesuatu yang dapat membahayakan dirinya.

    Menghadirkan rasa Khauf dan Raja’ agar amalannya diterima Allah SWT, sangat selaras dengan doa Nabi Ismail As yang termaktub didalam Al-Qur’an.

    Adapun doa Nabi Ismail As dalam Al-Qur’an agar amalannya diterima dapat dilihat dibawah ini :

    وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

    Artinya :

    (Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

    Doa Nabi Ismail As Dalam Al-Qur’an Meminta Perlindungan

    Berdasarkan ajaran agama Islam, doa meminta perlindungan kepada Allah SWT sangat dianjurkan sebagai bentuk perlindungan terhadap segala macam bentuk bahaya dan godaan dari setan dan manusia.

    Setan adalah musuh besar manusia yang senantiasa berusaha memperdaya dan menggoda manusia agar menyimpang dari jalan yang benar. Oleh karena itu, dengan meminta perlindungan kepada Allah SWT, manusia diharapkan dapat terhindar dari pengaruh dan godaan setan.

    Salah satu doa meminta perlindungan adalah yang dicontohkan oleh Nabi Ismail As yakni seperti dibawah ini :

    وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ

    Artinya :

    Katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.

     

    Baca Juga :

    Klik disini

  • Doa Nabi Luth Kepada Allah Yang Diabadikan Dalam Al-Qur’an

    Doa Nabi Luth Kepada Allah Yang Diabadikan Dalam Al-Qur’an

    Doa Nabi Luth – Nabi Luth adalah seorang nabi yang masuk dalam 25 Nabi dan Rosul utusan Allah SWT diberikan amanah untuk menyampaikan peringatan.

    Mengajarkan kebenaran kepada kaumnya yang berperilaku buruk, ia diutus ke kota Sodom dan Gomorrah jika dicari wilayah tersebut saat ini dikenal sebagai Laut Mati.

    Kaumnya dikenal dengan perilaku mereka yang sangat buruk, termasuk homoseksual, pemerkosaan dan kejahatan lainnya. Nabi Luth berusaha keras untuk mengubah perilaku mereka dan mengajarkan mereka tentang kebenaran, tetapi sayangnya kebanyakan dari mereka menolak untuk mendengarkan.

    Beberapa Doa Nabi Luth Yang Diabadikan Dalam Al-Qur’an

    Beberapa Doa Nabi Luth Yang Diabadikan Dalam Al-Qur'an

    Seperti halnya nabi-nabi lainnya Nabi Luth adalah seorang hamba Allah SWT yang taat dan penuh kesadaran akan kebesaran Allah SWT.

    Ia berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan bantuan dan petunjuk dalam melaksanakan tugasnya sebagai nabi, yaitu memberikan peringatan dan mengajarkan kebenaran kepada kaumnya yang berperilaku buruk.

    Nabi Luth juga berdoa kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi dirinya dan keluarganya, terutama ketika Allah SWT mengirimkan bencana besar atas kota-kota Sodom dan Gomorrah.

    Ia sangat menyadari bahwa hanya Allah SWT yang mampu menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari kehancuran yang akan datang dan dia mengandalkan kekuatan dan rahmat Allah SWT dalam menghadapi cobaan dan ujian kehidupan.

    Untuk lebih jelasnya terkait doa Nabi Luth yang diabadikan dalam Al-Qur’an penulis merangkumnya dalam sebuah artikel balitteknologikaret.co.id

    Doa Nabi Luth Untuk Kaumnya

    Nabi Luth dalam menjalankan misi dakwah kepada kaumnya yang berperilaku buruk, terutama dalam praktik homoseksual yang meraja lela.

    Ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar kaumnya tersebut bisa kembali kepada jalan yang benar dan menjauhi perilaku maksiat dalam kebiasaannya.

    Sekilas kisah saat Nabi Luth mengunjungi kaumnya, dia menyadari bahwa beberapa tamunya adalah malaikat yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menghancurkan kota-kota Sodom karena perilaku buruk kaum tersebut.

    Ketika Nabi Luth mengetahui hal tersebut dia mulai berdoa kepada Allah SWT untuk memohon agar kaumnya diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang benar.

    Dalam doanya Nabi Luth menyatakan bahwa kaumnya adalah orang-orang yang berperilaku buruk dan tidak mengenal kebenaran.

    Adapun bacaan doa Nabi Luth untuk kaumnya adalah seperti dibawah ini :

    قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ ࣖ

    Qola rabbbin shurnii’alal qaumil mufsidiina

    Artinya :

    Dia (Luth) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”

    Doa tersebut diatas yang diabaca Nabi Luth untuk kaumnya tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 30.

    Doa Nabi Luth Kepada Allah

    Dalam perjalanan misi dakwah Nabi Luth menyampaikan ajaran-ajaran tauhid dan melarang umat manusia melakukan perbuatan zina dan homoseksual.

    Akan tetapi pada saat itu umat manusia enggan mengikuti ajaran Nabi Luth dan malah semakin bertambah dosa dan kesesatan yang mereka lakukan.

    Sehingga dikisahkan dalam Al-Qur’an bagaimana Nabi Luth memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika kaumnya melakukan perbuatan yang sangat tercela tersebut.

    Adapun bacaan doa Nabi Luth kepada Allah memohon perlindungan adalah seperti dibawah ini :

    رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ

    Rabbi najjinii wa ‘ahlii mimmaa ya’maluuna

    Artinya :

    “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”

    Doa tersebut diatas tertulis dalam Al-Qur’an surat As-Syuara ayat 169.

    Tuliskan kisah lengkap nabi luth dalam Al-Qur’an

    Mukjizat Nabi Luth As

    Mukjizat Nabi Luth As

    Para Nabi da Rosul diberikan mukjizat sebagai bukti kebenaran kenabiannya dan sebagai alat untuk membantu menyampaikan pesan-pesan Allah kepada umat manusia.

    Mukjizat merupakan tanda-tanda keajaiban yang terjadi di luar batas-batas alam yang biasa dan tidak dapat dijelaskan dengan cara biasa.

    Mukjizat diberikan kepada para nabi sebagai bentuk kekuasaan Allah seperti mengubah tongkat menjadi ular, membelah lautan, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan lain sebagainya.

    Mukjizat para nabi juga bertujuan untuk menarik perhatian dan memperkuat keyakinan orang-orang terhadap pesan yang dibawa oleh para nabi.

    Selain itu, mukjizat juga menjadi alat untuk memperkuat kepercayaan umat manusia terhadap keberadaan Allah dan kebenaran agama yang diemban oleh para nabi.

    Begitu pula dengan Nabi Luth AS yang memiliki mukjizat sangat luar biasa yakni ketika kaumnya diperingatkan untuk bertaubat dari perbuatan zina dan lain sebagainya.

    Namun kaum tersebut menolak sehingga Allah SWT mengazabnya, pada saat turun Azab yang sangat dahsyat disinilah nampak mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Luth.

    Salah satu mukjizat Nabi Luth yang dapat menambah pengetahuan dan keimanan kepada Allah SWT adalah seperti dibawah ini :

    Diselamatkan Dari Azab Hujan Batu

    Nabi Luth dan keluarganya diselamatkan oleh Allah dari kehancuran kota Sodom dan Gomorrah yang jahat, kisah tersebut bermula ketika Nabi Luth diutus oleh Allah.

    Untuk menyampaikan pesan kebenaran kepada penduduk kota Sodom dan Gomorrah yang sudah terjerumus dalam perbuatan dosa dan kesesatan, akan tetapi penduduk kota tersebut malah menolak nasihat Nabi Luth.

    Allah SWT memberikan azab kepada penduduk sodom dan gomorrah yakni dengan hujan batu panas yang menghancurkan kota tersebut.

    Nabi Luth beserta keluarganya lalu meninggalkan kota tersebut dan menuju ke suatu tempat yang aman, ketika hujan batu mulai turun dan menghancurkan kota Sodom dan Gomorrah, hanya Nabi Luth dan keluarganya yang selamat dari bencana tersebut.

    Akan tetapi istri Nabi Luth meninggal dalam peristiwa tersebut karena melanggar perintah Allah dengan memandang ke belakang ketika meninggalkan kota.

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait bacaan doa Nabi Luth yang penulis sampaikan melalui artikel balitteknologikaret.co.id, semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan sejarah hususnya bagi ummat muslim yang membutuhkannya. Wallahu A’lam….

    Baca Juga :

     

  • Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Berikut Tata Caranya

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap Berikut Tata Caranya

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid – Salah satu cara untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti Haid, nifas, wiladah, keluar mani, berhubungan badan adalah dengan mandi wajib.

    Untuk pelaksanaan mandi wajib dengan mandi biasa tentunya tidak sama, jika mandi pada umumnya tidak diperlukan tatacara tertentu, sedangkan untuk mandi wajib memiliki tatacara yang sudah ditentukan oleh islam.

    Karena didalamnya terdapat rukun dan syarat yang wajib terpenuhi sehingga seorang muslim sangat membutuhkan ilmu pengetahuan terkait cara mandi wajib yang benar.

    Bahkan pasalnya dizaman saat ini umat muslim banyak yang tidak paham tentang cara mandi wajib yang benar, padahal jika mandi wajibnya salah maka ibadah yang dilaksanakan tidaklah sah.

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid Menurut Islam

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid Menurut Islam

    Mandi wajib memiliki rukun yang wajib diikut sertakan saat pelaksanaannya, adapun rukun mandi tersebut adalah niat, sehingga dalam hal ini niat menjadi pokok penting dan tidak boleh ditinggalkan. Agar dapat memahami tentang niat mandi wajib dengan benar, maka diperlukan ilmu dan pemahaman yang cukup.

    Niat mandi wajib setelah haid “junub” menurut Islam adalah untuk membersihkan diri dari hadas besar yang disebabkan oleh menstruasi. Niat tersebut tidak harus diucapkan dengan kata-kata tertentu.

    Tetapi niat tersebut sebaiknya disertai dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa mandi yang akan dilakukan adalah mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar akibat haid.

    Adapun bacaan niat mandi wajib setelah haid adalah seperti dibawah ini :

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِمِنَ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidil fardhal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid Dan Tata Caranya

    Niat dalam mandi wajib setelah haid sangatlah penting dibaca sebelum melaksanakan mandi wajib, baik dilafadzkan dimulut atau didalam hati.

    Meskipun demikian tidak hanya sampai pengucapan saja, akan tetapi niat tersebut diikut sertakan dalam praktik atau tatacara mandi wajib.

    Untun niat mandi wajib bisa dilihat seperti bacaan yang telah ditulis diatas, namun ada juga yang lebih simpel yakni seperti dibawah ini :

    Niat Mandi Wajib Setelah Haid

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillahi ta’ala.

    Artinya :

    Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Bacaan n iat tersebut leih simpel yakni menghilangkan kalimat “مِنَ الْحَيْضِ”, namun kendati demikian pesan dalam niat tersebut sudah terpenuhi yakni mandi wajib yang dilaksanakan setelah haid.

    Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

    Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa mandi wajib memiliki tatacara dalam pelaksanaannya, tidak seperti mandi adat atau mandi pada umumnya.

    Simak dibwah ini tentang tata cara mandi wajib sesuai sunnah :

    • Niat yakni Adannya gerakan hati untuk melaksanakan wajibnya mandi setelah bersih dari haid
    • Upayakan pada saat mandi memakai basahan untuk menutupi aurat meskipun pelaksanaannya tidak ada orang yang melihat
    • Sebelum mandi bersihkan terlebih dahulu beberapa hal yang menjadi penghalang masuknya air kedalam kulit Seperti (cat, minyak, tinta dan semisalnya)
    • Sunnah berwudhu sebelum mandi tentunya setelah membersihkan hal yang dapat menghalangi air, cara wudhunya sama dengan wudhu pada saat hendak melaksanakan sholat.
    • Ketika akan masuk kamar mandi berdoa terlebih dahulu yakni membaca doa masuk kamar mandi, kemudian melangkah dengan kaki kiri yang masuk dahulu
    • Membaca lafaz niat didalam hati seperti yang ada pada laman diatas, tepatnya dibasuhan yang pertama
    • Siramkan air dan ratakan mulai dari bagian kepala hingga mengalir pada bagian kebawah lakukan hal ini 3 kali
    • Kemudian siramkan air dan ratakan pada bagian pundak sebelah kanan sebanyak tiga kali sampai mengalir ke bagian bawah
    • Selanjutnya siramkan air pada bagian pundak sebelah kiri sebanyak tiga kali hingga bagian bawah
      Setelah proses penyiraman tersebut selesai
    • Maka lanjutkanlah dengan meratakan air pada seluruh tubuh dengan menggunakan kedua tangan yang sebelumnya sudah suci.
    • Upayakan pada saat meratakan air keseluruh tubuh tidak menyentuh kemaluan
    • Keringkan tubuh dari basahnya air dengan handuk atau yang semisalnya.
    • Setelah itu ditutup dengan wudhu kembali dan doa setelah wudhu guna melaksanakan ibadah lain setelahnya
    • Selesai

    Rukun Mandi Wajib

    Setelah mengetahui bacaan niat mandi wajib dan tata cara pelaksanaan mandi wajib yang benar sesuai sunnah yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Maka perlu juga mengetahui tentang rukun mandi wajib agar dalam praktinya tidak salah dan sah menurut syariat.

    Adapun rukun mandi wajib ada dua yakni :

    • Niat
    • Meratakan air keseluruh tubuh

    Kedua rukun tersebut sudah dijelaskan dalam sebuah hadis Rosulullah SAW yang disampaikan oleh Aisyah Radiyallahu ‘Anha.

    Artinya :

    Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudu sebagaimana wudunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai ke dasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Doa Setelah Mandi Wajib

    Disunnahkan ketika selesai melaksanakan mandi wajib untuk berdoa kepada Allah SWT, memohon agar dijadiakn hamba yang sholih, hamba yang bertaubat hamba yang bersuci dan lain sebagainya.

    Terkait bacan doa setelah mandi wajib dapat dilihat dibawah ini :

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

    Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahumma ij’alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

    Artinya :

    “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Mahasuci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan pada nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Demikianlah penjelasan terkait bacaan doa mandi wajib setelah haid semoga bermanfaat, wallahu a’lam….

    Baca Juga :

  • 6 Mukjizat Nabi Yahya AS: Berbicara Di Dalam Perut Ibunya

    6 Mukjizat Nabi Yahya AS: Berbicara Di Dalam Perut Ibunya

    Mukjizat Nabi Yahya – Nabi Yahya adalah salah satu dari 25 nabi dan Rosul yang diberikan Allah tugas untuk menyampaikan wahyu bagi diri sendiri dan ummatnya.

    Dalam kisahnya ia dikenal sebagai seorang nabi yang menyampaikan dakwah tentang keimanan dan taubat kepada Allah SWT. Selain itu, Nabi Yahya juga dikenal sebagai seorang yang mengajarkan kesederhanaan dalam hidup dan menyerukan keadilan kepada manusia.

    Diriwayatkan juga terkait masa mudanya nabi Yahya yang menaruh rasa cinta kepada anak tiri raja Herodus yang bernama herodia dan nabi ingin sekali menikahinya.

    Akan tetapi raja Herodus tidak menyetujuinya akan hal tersebut sehingga terbersit rasa benci kepada nabi Yahya dan ingin membunuhnya.

    Beberapa Mukjizat Nabi Yahya Alaihissalam

    Beberapa Mukjizat Nabi Yahya Alaihissalam

    Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Yahya adalah salah satu bukti kebenaran bahwa ia benar-benar seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT.

    Hal tersebut menunjukkan kekuasaan Allah SWT dan membantu memperkuat keyakinan orang-orang terhadap ajaran dan dakwah yang disampaikan oleh Nabi Yahya.

    Selain itu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Yahya juga merupakan tanda keistimewaan dan kedudukannya sebagai nabi yang terpilih.

    Dengan mukjizat tersebut, Nabi Yahya menjadi lebih dikenal dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga pesan dan ajarannya dapat lebih mudah disampaikan.

    Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Yahya juga merupakan bentuk rahmat dan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang setia dan taat.

    Untuk lebih jelasnya penulis akan menyampaikan ringkasan terkait beberapa mukjizat nabi Yahya dalam sebuah artikel ini, simak penjelasannya hanya di website balitteknologikaret.co.id

    Berbicara Di Dalam Perut Ibunya

    Salah satu mukjizat yang dikaitkan dengan Nabi Yahya adalah kemampuannya untuk berbicara sejak dalam kandungan ibunya, mukjizat tersebut sangat berkaitan dengan firman Allah SWT Q.S Maryam : 12.

    يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ

    Yā yaḥyā khużil-kitāba biquwwah(tin), wa ātaināhul-ḥukma ṣabiyyā(n).

    Artinya :

    (Allah berfirman,) “Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak.

    Mukjizat ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan Nabi Yahya, serta menegaskan kenabian dan kebenaran ajaran yang disampaikan olehnya.

    Memberikan Kabar Gembira Tentang Kelahiran Nabi Isa

    Memberikan Kabar Gembira Tentang Kelahiran Nabi Isa

    Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Yahya juga diberikan mukjizat berupa memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Isa ibnu Maryam.

    Dalam kisahnya ketika ibu Nabi Isa, yakni Siti Maryam, masih dalam keadaan hamil dan sedang menjauh dari keluarganya untuk melahirkan di tempat yang jauh dari kampung halamannya.

    Kemudian Nabi Yahya memberikan kabar gembira kepada orang-orang di kampung halaman Siti Maryam bahwa akan lahir seorang anak yang akan menjadi nabi besar.

    Nabi Yahya juga memberikan petunjuk kepada orang-orang bahwa anak yang akan lahir tersebut akan memiliki kemampuan mukjizat dan akan menjadi salah satu utusan Allah SWT.

    Kabar gembira ini kemudian terbukti benar ketika Siti Maryam melahirkan Nabi Isa, yang merupakan salah satu nabi besar dalam agama Islam maupun agama lainnya.

    Mengetahui Bahasa Alam

    Sebagai seorang nabi, Nabi Yahya diberikan kemampuan untuk memahami bahasa alam, sehingga ia dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk hidup tersebut dan memahami kebutuhan mereka.

    Menurut beberapa riwayat, Nabi Yahya dapat berbicara dengan binatang-binatang seperti burung-burung, ikan-ikan, dan bahkan serangga.

    Selain itu, Nabi Yahya juga dapat memahami bahasa tumbuhan, sehingga ia dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam dan memanen tanaman.

    Mewarisi Ilmu Dan Kenabian Nabi Zakaria

    Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Yahya mewarisi ilmu dan kenabian dari ayahnya yakni Nabi Zakaria. Dengan kehendak Allah SWT nabi Yahya menjadi seorang nabi.

    Tentunya memiliki keistimewaan dan kemampuan untuk menyampaikan ajaran-ajaran Allah SWT kepada umat manusia sebagai penerus dakwah yang sebelumnya dijalankan oleh ayahnya.

    Jika dilihat dari sisi lain pada saat Nabi Yahya mewarisi ilmu kenabian dari nabi zakaria, berarti hal ini menunjukkan bahwa Nabi Yahya adalah seorang yang terpilih dan dikaruniai oleh Allah SWT.

    Sehingga dapat melanjutkan misi ayahnya untuk menyebarkan ajaran Allah SWT dan membimbing umat manusia menuju jalan yang benar.

    Mendapat Al-Hanan Dari Allah SWT

    Dalam bahasa arab arti Al-Hanan adalah suatu karunia yang hanya diberikan kepada hamba-hamba Allah yang terpilih. Yakni  dapat diartikan sebagai cahaya atau sinar kecerahan yang memancar dari wajah seseorang tentunya pancaran tersebut bermuara dari hati yang suci dan murni.

    Dalam kisah hidupnya dikatakan bahwa Nabi Yahya memiliki keistimewaan yang luar biasa dalam menyembah Allah SWT. Ia selalu mengabdikan dirinya. Dengan penuh cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT, sehingga mendapat karunia Al-Hanan dari Allah SWT.

    Karunia Al-Hanan menunjukkan keistimewaan dan kesucian hati Nabi Yahya yang luar biasa, sehingga mampu memancarkan cahaya kecerahan dari wajahnya.

    Hafal Isi Kitab Taurat

    Nabi Yahya diberikan mukjizat berupa kemampuan untuk menghafal Kitab Taurat, yakni kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Musa AS dan menjadi salah satu kitab suci dalam agama Yahudi.

    Dengan kemampuan untuk menghafal Kitab Taurat, Nabi Yahya dapat menjadi seorang pemimpin dan guru yang mampu menyampaikan ajaran-ajaran Allah SWT dengan baik kepada umat manusia.

    Sehingga dalam ajaran Islam dikisahkan bahwa Nabi Yahya dikenal sebagai seorang nabi yang memiliki keistimewaan dalam mengajarkan Kitab Taurat kepada umat manusia. Dengan penjelasan yang sangat baik, sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh siapapun yang mendengarkannya.

    Penutup

    Demikianlah ringkasan penjelasan terkait mukjizat nabi Yahya yang penulis sampaikan dalam website balitteknologikaret.co.id. Besar harapan penulis artikel ini dapat bermanfaat terlebih untuk menambah wawasan pengetahuan dan keimanan kepada para nabi dan Rosul.

    Baca Juga :

  • 6 Mukjizat Nabi Ibrahim AS yang Tak Hangus Dibakar Api!!

    6 Mukjizat Nabi Ibrahim AS yang Tak Hangus Dibakar Api!!

    Mukjizat Nabi Ibrahim – Nabi Ibrahim adalah salah satu dari 25 nabi dan rosul yang wajib diimani dalam agama Islam, beliau juga termasuk sebagai salah satu nabi yang dimuliakan.

    Dalam kisahnya Nabi Ibrahim merupakan sosok yang sangat taat kepada Allah dan memiliki tekad yang kuat dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian dari Allah.

    Salah satu kisahnya yakni diperintah Allah untuk mempersembahkan putranya Ismail sebagai tanda kesetiaan kepada Allah, pada saat mulai menyembelih. Allah SWT memerintahkan malaikat untuk membawa kambing dari surga menggantikan Nabi Ismail yang akan disembelih.

    Nabi Ibrahim juga dalam kisah yang populer sebagai nabi yang melanjutkan pembangunan Ka’bah di Mekah, tempat yang dianggap suci oleh umat Islam dan menjadi arah kiblat dalam salat.

    Beberapa Mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissalam Dalam Al-Qur’an

    Beberapa Mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissalam Dalam Al-Qur'an

    Mukjizat merupakan fenomena atau kejadian yang tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat atau ilmu dunia dan merupakan tanda nyata atas kekuasaan Allah SWT atas alam semesta.

    Para nabi diberikan mukjizat sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan keyakinan umat manusia terhadap ajaran-ajaran yang mereka bawa.

    Begitu pulas dengan Nabi Ibrahim yang diberikan mukjizat oleh Allah SWT tentunya menjadi alat untuk membuktikan kebenaran ajaran mereka kepada kaumnya dengan izin Allah

    Untuk lebih jelasnya penulis akan merangkum beberapa mukjizat nabi Ibrahim yang perlu dipahami untuk menambah keimanan kepada para nabi dan Rosul.

    Adapun beberapa Mukjizat Nabi Ibrahim Alaihissalam dapat dilihat dibawah ini :

    Terpelihara Dari Api

    Terpelihara Dari Api

    Mukjizat pertama diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim adalah terpelihara dari api. Kisah dari mukjizat tersebut terjadi ketika Nabi Ibrahim menolak menyembah berhala yang disembah oleh kaumnya. Sehingga kaumnya marah dan melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam api yang dinyalakan.

    Akan tetapi Allah SWT menjaga dan melindungi tubuh Nabi Ibrahim sehingga tidak terbakar sama sekali. Dalam mukjizat ini, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dalam menyelamatkan hamba-Nya yang setia dan dilindungi Allah SWT.

    Terkait Mukjizat Nabi Ibrahim ketika dibakar api tidak hangus ditulis oleh ALlah SWT dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 69 :

    قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ۙ

    Qulnā yā nāru kūnī bardaw wa salāman ‘alā ibrāhīm(a).

    Artinya :

    Kami (Allah) berfirman, “Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!”

    Menghidupkan Burung Yang Sudah Mati

    Mukjizat Nabi Musa yang tertulis dalam Al-Qur’an salah satunya adalah menghidupkan burung, kisah tersebut diabadikan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 260.

    Di mana pada masa itu Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Musa AS untuk meyakinkan Fir’aun tentang kebenaran risalahnya.

    Selain diyakinkan dengan perseteruan antara ular para sihir Firaun dengan ular Nabi Musa yang lebih besar, maka Allah SWT memberikan mukjizat yang lain.

    Dengan memerintahkan Nabi Musa AS untuk mengembalikan burung yang sudah mati menjadi hidup kembali. Nabi Musa AS pun melaksanakan perintah Allah SWT dan memegang burung tersebut dengan tangannya. Kemudian, burung yang dipegang nabi Musa kembali hidup dan terbang.

    Kisah mukjizat tersebut diabadikan Allah dalam firmannya Q.S. Al-Baqarah : 260 dibawah ini.

    وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗقَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ ۗقَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗوَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ࣖ

    Wa iż qāla ibrāhīmu rabbi arinī kaifa tuḥyil-mautā, qāla awalam tu’min, qāla balā wa lākil liyaṭma’inna qalbī, qāla fakhuż arba‘atam minaṭ-ṭairi faṣurhunna ilaika ṡummaj‘al ‘alā kulli jabalim minhunna juz’an ṡummad‘uhunna ya’tīnaka sa‘yā(n), wa‘lam annallāha ‘azīzun ḥakīm(un).

    Artinya :

    (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia (Allah) berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.81) (Q.S. Al-Baqarah : 260)

    Mempersembahkan Ismail

    Pada waktu Nabi Ibrahim AS diminta Allah SWT untuk mempersembahkan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai tanda penghambaan kepada Allah SWT.

    Dalam kisah tersebut Nabi Ibrahim AS merasa sangat sedih dan berat hati ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk mempersembahkan putranya.

    Akan tetapi ia tetap taat dan patuh kepada perintah Allah SWT, ketika Nabi Ibrahim AS bersiap-siap untuk mempersembahkan Nabi Ismail AS, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba.

    Kisah mukjizat tersebut diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat As-Shofat ayat 102 simak dibawah ini.

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّٓيْ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّٓيْ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

    Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu’mar(u), satajidunī in syā’allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).

    Artinya :

    Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (Q.S As-shofat : 102)

    Membangun Ka’bah Pertama Kali

    Mukjizat Nabi Ibrahim lainnya yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk memperbaiki Ka’bah yang telah rusak dan tidak terawat.

    Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS, memperbaiki bangunan Ka’bah yang awalnya dibangun oleh Nabi Adam AS dan kemudian dihancurkan oleh banjir besar.

    Dalam perjalanan membangun Ka’bah Nabi Ibrahim AS diberi mukjizat oleh Allah SWT yakni kekuatan untuk mengangkat batu-batu besar yang sangat berat tanpa bantuan alat atau mesin apapun.

    Bukan hanya sekedar mengangkat bebatuan yang besar nabi Ibrahim juga diberi kemampuan untuk menyusun batu-batu besar tersebut hingga terbentuklah sebuah Ka’bah.

    Kisah terkait mukjizat nabi Ibrahim melanjutkan pembangunan Ka’bah diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh : 127.

    وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Wa iż yarfa‘u ibrāhīmul-qawā‘ida minal-baiti wa ismā‘īl(u), rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm(u).

    Artinya :

    (Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Mukjizat Nabi Ibrahim Lainnya Yang Populer

    Selain mukjizat yang diabadikan Allah SWt dalamAl-Qur’an masih ada mukjizat nabi Ibrahim dalam riwayat lain yang populer dikalangan ummat muslim.

    Berikut dibawah ini ada dua mukjizat yang penulis rangkum dalam artikel sehingga dapat menambah pemahaman tentang mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada nabi Ibrahim AS.

    Serangan Lalat Untuk Firaun Dan Pengikutnya

    Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa AS adalah serangan lalat yang melanda Fir’aun dan pengikutnya. Dalam sebuah riwayat dikisahkan ketika Nabi Musa AS meminta Fir’aun untuk membebaskan Bani Israel dari perbudakan.

    Fir’aun menolak dan bersikeras untuk mempertahankan kekuasaannya, kemudian, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk memukul tanah dengan tongkatnya. Sehingga menyebabkan serangan lalat yang sangat banyak menyerang Fir’aun dan pengikutnya.

    Serangan lalat tersebut membuat Fir’aun dan para pengikutnya sangat kesakitan dan tidak bisa melakukan apapun. Sehingga  Fir’aun mengalah dan membebaskan Bani Israel dari perbudakan.

    Jari Nabi Ibrahim Mengeluarkan Susu Dan Madu

    Pada dasarnya mukjizat Nabi Ibrahim sedari masih bayi sudah terlihat yakni dimasa Raja Namrud. Kala itu Raja Namrud bermimpi akan lahir seorang lelaki yang akan membinasakan kerajaannya.

    Dalam kisah tersebut karena rasa kekhawatiran dan ketakutan raja Namrud akhirnya mengumumkan kepada rakyatnya agar membunuh semua bayi laki-laki.

    Mendengar pengumuman dari raja namrud tersebut kedua orang tua Nabi Ibrahim menyembunyikan bayi Ibrahim dalam sebuah gua yang sepi tidak ada seorangpun.

    Kala itu Nabi Ibrahim kelaparan sehingga mengisap jari-jarinya yang mengeluarkan cairan susu dan madu, sehingga menjadikan pertumbuhan nabi Ibrahim sangat cepat tidak seperti anak sepadannya.

    Penutup

    Demikianlah ringkasan terkait Mukjizat nabi Ibrahim yang penulis sampaikan dalam sebuah artikel balitteknologikaret.co.id. Semoga dapat bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan dan juga keimanan kepada para nabi dan Rosul.

    Wallahu A’lam….

    Baca Juga :