kapan puasa asyura 2023

Kapan Puasa Asyura 2023: Jadwal, Niat, Keutamaan Puasa Asyura

Balitteknologikaret.co.id – Kapan puasa sunnah Asyura 2023? Berapa hari puasa Asyura 2023? Simak pembahasan terkait puasa asyura 2023 kapan, keutamaan puasa Asyura, dan niat puasa Asyura di bawah ini.

Pada bulan Muharram terdapat puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan. Puasa sunnah terseut adalah puasa Asyura dan Tasua. Puasa sunnah ini dapat dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Meski hanya berlangsung dua hari saja, terdapat keutamaan puasa Asyura.

Berpuasa menjadi salah satu anjuran yang harus dilakukan di bulan Muharram. Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist, yang menyebut jika puasa paling utama usai Ramadhan yakni puasa bulan Muharram. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA tersebut berbunyi sebagai berikut:

‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Bagi yang ingin mengetahui kapan puasa Asyura 2023 dan keutamaan puasa Asyura, serta bacaan niat puasa Asyura, bisa menyimak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kapan Puasa Asyura 2023? Ini Jadwalnya

kapan puasa asyura 2023

Puasa Asyura 2023 jatuh pada tanggal 10 Muharram. Berdasarkan dari kalender Masehi 2023, tanggal 10 Muharram 1445 H jatuh di tanggal 28 Juli 2023. Sehingga puasa Asyura jatuh pada tanggal 28 Juli 2023.

Sedangkan, puasa Tasua 2023 jatuh pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum puasa Asyura. Merujuk dari tanggal 1 Muharram 1445 H yang ditetapkan pada tanggal 19 Juli 2023, tanggal 9 Muharram jatuh di tanggal 27 Juli 2023.

Bacaan Niat Puasa Asyura dan Tasua

niat puasa Asyura 2023

Setelah mengetahui kapan puasa Asyura dan Tasua dilaksanakan, penting untuk mengetahui bacaan niat puasanya. Bagi yang ingin menjalankan puasa Asyura dan Tasua, bisa menyimak bacaan doa niat puasa Asyura dan Tasua di bawah ini.

Niat Puasa Asyura – 10 Muharram

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatit Tasu’ai lillahi Ta’ala.

Artinya:

Saya niat puasa Tasua, sunah karena Allah Ta’ala

Niat Puasa Tasua – 9 Muharram

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatit Tasu’ai lillahi Ta’ala.

Artinya:

Saya niat puasa Tasua, sunah karena Allah Ta’ala

Doa Buka Puasa Asyura dan Tasua

doa buka puasa Asyura

Terdapat dua bacaan doa berbuka puasa Tasua dan Asyura, berikut adalah doanya:

Doa Buka Puasa Asyura dan Tasua – 1

Latin:

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya:

“Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Doa Buka Puasa Asyura dan Tasua – 2

Latin:

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya:

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah,”

Keutamaan Puasa Asyura dan Tasua

keutamaan puasa tasua dan asyura muharram

  1. Derajatnya Satu Tingkat di Bawah Bulan Ramadhan

Puasa yang dilakukan di bulan Muharram ini mempunyai derajat yang satu tingkat di bawah bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah SAW di dalam hadist riwayat Imam Muslim dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, yang berbunyi:

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”

  1. Pelebur Dosa Selama Satu Tahun

Barang siapa yang mengerjakan ibadah puasa di 10 Muharram atau puasa Ayura, maka dosanya selama satu tahun ke belakang akan diampuni dan dilebur. Hal ini sebagaimana hadist riwayat Imam Muslim yang berbunyi:

“Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.”

  1. Satu Hari Setara dengan 30 Hari Puasa

Puasa Tasua dan Asyura adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Puasa yang dilakukan di bulan Muharram ini akan disetarakan dengan pahala puasa selama 30 hari penuh. Hal ini sebagaimana hadist riwayat at-Thabarani di dalam al-Mu’jamus Shaghir, di mana hadistnya Gharib akan tetapi sanadnya tak bermasalah, yang berbunyi:

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa’.”

  1. Pembeda Umat Islam dengan Yahudi

Puasa Tasua dan Asyura menjadi pembeda umat Islam dengan Yahudi, di mana sama-sama berpuasa di hari Asyura. Sehingga, dianjurkan puasa Tasua di 9 Muharram dan puasa di 11 Muharram sebagai pelengkap dari puasa Asyura di 10 Muharram. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan di dalam hadist yang berbunyi:

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad).

  1. Pahala Setara 10 Ribu Malaikat’

Keutamaan puasa Tasua dan Asyura lainnya yakni pahalanya setara dengan 10 ribu malaikat yang diberikan Allah SWT ke siapapun yang melaksanakan puasa Asyura. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadist yang berbunyi:

“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” (HR. Muslim).

Baca Juga: